Manchester, Inggris – Manchester United secara resmi mengakhiri kerja sama dengan manajer Ruben Amorim pada Senin (5/1/2026). Sumber terpercaya mengungkapkan bahwa pemecatan ini dipicu oleh ketidakpuasan Amorim terhadap intervensi petinggi klub terkait taktik dan formasi yang ia terapkan.
Ketegangan Taktis dengan Petinggi Klub
Ruben Amorim, yang baru menjabat selama 18 bulan, dilaporkan merasa jengkel karena skema tiga bek yang ia gunakan kerap dipertanyakan oleh jajaran petinggi Manchester United. Situasi ini memicu ketegangan yang memuncak, bahkan membuat Amorim sempat meluapkan kekesalannya.
“Keadaan akan seperti ini sampai dewan memutuskan untuk berubah. Saya tidak akan mengundurkan diri. Saya akan melakukan pekerjaan saya sampai ada orang lain yang datang untuk menggantikan saya,” ujar Amorim seusai laga kontra Leeds pada Minggu (4/1/2026).
Ia menambahkan, “Saya datang ke sini untuk menjadi manajer Manchester United, bukan untuk menjadi pelatih. Setiap departemen, departemen pencari bakat, direktur olahraga, perlu melakukan pekerjaan mereka.”
Performa dan Statistik Amorim
Meskipun menghadapi tekanan internal, Amorim berhasil membawa Manchester United mendekati papan atas klasemen Liga Inggris musim ini. Tim berjuluk Setan Merah tersebut juga masih berjuang di Piala FA, meskipun tersingkir lebih awal di Carabao Cup.
Selama menukangi MU sejak November 2024, Ruben Amorim memimpin tim dalam 63 pertandingan. Hasilnya mencakup 25 kemenangan, 23 kekalahan, dan 15 hasil imbang.
Pada akhirnya, situasi yang semakin rumit akibat tekanan dari petinggi klub membuat Amorim menyerah, yang berujung pada surat pemecatan.






