Manchester United akan menghadapi Burnley dalam laga lanjutan Liga Inggris pada Kamis (8/1/2026). Pertandingan ini tidak hanya krusial untuk meraih tiga poin demi mendongkrak moral tim, tetapi juga menjadi sorotan bagi masa depan Darren Fletcher yang akan memimpin tim sebagai pelatih interim.
Fletcher Ditunjuk Usai Pemecatan Amorim
Penunjukan Fletcher sebagai pelatih interim terjadi setelah Manchester United memutuskan untuk memecat Ruben Amorim di awal pekan ini. Klub berjuluk Setan Merah ini memang tengah dalam proses pencarian manajer permanen yang rencananya baru akan dilakukan setelah gelaran Piala Dunia 2026. Pada periode tersebut, sejumlah pelatih top diprediksi akan mengakhiri kontrak mereka dengan klub masing-masing.
Sejauh ini, beberapa mantan pemain Manchester United yang pernah menduduki kursi kepelatihan menjadi kandidat kuat untuk mengisi posisi manajer interim. Nama-nama seperti Michael Carrick, Ruud van Nistelrooy, Ole Gunnar Solskjaer, dan Darren Fletcher masuk dalam daftar.
Fokus Penuh pada Pertandingan
Menanggapi spekulasi mengenai ketertarikannya untuk menangani Manchester United lebih lama, Fletcher menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah pertandingan melawan Burnley. Ia menyatakan bahwa pembicaraan mengenai masa depannya akan dilakukan setelah laga tersebut.
“Terus terang, itu bukan sesuatu yang saya pikirkan. Saya fokus pada pertandingan melawan Burnley. Saya kira pembahasan soal hal ini dilakukan setelah pertandingan,” ujar Fletcher, seperti dikutip dari laman resmi klub.
Pelatih yang sebelumnya menangani tim muda Manchester United ini menambahkan, situasi yang terjadi memang sangat cepat. “Seperti yang saya katakan, selama ini ada terlalu banyak hal yang terjadi. Ini semua terjadi sangat cepat. Seluruh konsentrasi dan upaya dan pikiran saya akan hanya pada Burnley, dan saya sadar bahwa ini seperti sebuah jawaban yang umum, tapi memang beginilah adanya,” tegasnya.
Wajib Menang Demi Papan Atas
Laga melawan Burnley menjadi pertandingan yang wajib dimenangkan oleh Manchester United. Pasalnya, tim asuhan Fletcher ini hanya mampu meraih enam poin dari lima pertandingan liga terakhirnya. Tiga poin tambahan sangat dibutuhkan untuk mendongkrak moral tim, meredakan tekanan yang ada, serta menjaga peluang untuk menembus posisi empat besar klasemen.






