Mikel Arteta mengungkapkan rasa simpatinya terhadap Ruben Amorim yang baru saja diberhentikan dari jabatannya sebagai pelatih Manchester United. Namun, Arteta juga memahami tekanan besar yang melekat pada profesi pelatih sepak bola profesional.
Amorim Dipecat Setelah 14 Bulan Menukangi MU
Manchester United secara resmi mengumumkan pemecatan Ruben Amorim pada Senin (5/1/2026). Keputusan ini diambil setelah Amorim memimpin tim selama 14 bulan. Selama masa baktinya, Amorim hanya mampu mencatatkan 25 kemenangan, 15 hasil imbang, dan 23 kekalahan dari total 63 pertandingan di semua ajang kompetisi. Dengan persentase kemenangan yang hanya mencapai 38,1%, rekor Amorim menjadi yang terburuk di antara para manajer Manchester United pasca era Sir Alex Ferguson. Di kompetisi Premier League sendiri, Amorim memenangi kurang dari sepertiga dari total pertandingan yang dijalaninya. Dari 47 laga di Premier League, Amorim hanya mampu meraih 15 kemenangan, 13 kali imbang, dan menelan 19 kekalahan.
Tuntutan Kemenangan Adalah Kenyataan Profesi Pelatih
Mikel Arteta, yang juga merupakan seorang manajer di klub rival, Arsenal, menilai bahwa pekerjaan sebagai pelatih sepak bola memiliki tuntutan yang sangat tinggi. Menurutnya, hasil pertandingan di lapangan secara langsung menentukan kelangsungan karier seorang pelatih.
“Selalu sedih melihat kolega kehilangan pekerjaan,” ujar Arteta dalam konferensi pers yang digelar menjelang pertandingan Arsenal melawan Liverpool pada Rabu (7/1/2026), seperti dilansir dari BBC. “Kami tahu posisi kami. Anda membutuhkan dukungan dari staf dan para pemain. Pada akhirnya, Anda harus memenangi banyak pertandingan kalau tidak ingin kehilangan pekerjaan. Itulah kenyataan dan kodrat dari pekerjaan ini,” tambahnya.
Arteta menekankan bahwa dukungan dari staf dan pemain sangat krusial, namun hasil akhir yang berupa kemenangan adalah faktor penentu utama dalam menjaga posisi seorang pelatih.






