Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya berhasil membongkar sebuah laboratorium narkoba tersembunyi atau clandestine laboratory yang memproduksi etomidate di sebuah apartemen di kawasan Pluit, Jakarta Utara. Dalam operasi tersebut, dua orang tersangka berhasil diamankan, salah satunya merupakan warga negara China.
Dua Tersangka Diamankan
Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Parikhesit menyatakan, “Mengamankan 2 orang tersangka D WNI dan HW yang merupakan WN Tiongkok.” Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan informasi dari Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta yang mencurigai sebuah paket internasional.
Paket mencurigakan tersebut diketahui berisi bahan narkotika dan peralatan laboratorium yang ditujukan ke lobi sebuah apartemen di Pluit. Tim kepolisian segera bergerak dan berhasil menangkap kedua pelaku pada Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 15.30 WIB di lokasi apartemen tersebut.
Temuan Barang Bukti
Saat penggeledahan, petugas menemukan paket FedEx berisi narkotika jenis etomidate seberat 100 gram. Selain itu, ditemukan pula bahan kimia lain seberat 1 kilogram dan berbagai peralatan laboratorium. Peralatan tersebut meliputi tabung laboratorium berkapasitas 3.000 ml, 1.000 ml, hingga 100 ml, botol lab, alat aduk kaca, timbangan digital, alat suntik, dan dandang stainless.
Berdasarkan penyelidikan awal, AKBP Parikhesit mengungkapkan bahwa alat produksi untuk laboratorium ilegal ini dikirim dari India. Tersangka HW, yang merupakan warga negara China, diidentifikasi sebagai peracik utama dalam proses pembuatan cairan etomidate.
Potensi Produksi Besar
Laboratorium narkoba tersebut diperkirakan memiliki kapasitas produksi hingga 30 liter cairan etomidate. “Dari barang bukti yang kita amankan jumlah bahannya di perkirakan dapat memproduksi sekitar 30 liter cairan etomidate,” jelas Parikhesit.
Dengan kapasitas tersebut, laboratorium tersembunyi ini berpotensi menghasilkan sekitar 15.000 cartridge pods vape yang mengandung etomidate dan siap diedarkan ke masyarakat. Beruntung, laboratorium ini berhasil digagalkan sebelum sempat beroperasi dan mendistribusikan hasil produksinya.
“Alhamdulillah, sebelum lab ini sempat beroperasi dan menghasilkan produk untuk diedarkan, kami berhasil menggagalkannya,” ujar Parikhesit.
Saat ini, kedua tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Polda Metro Jaya untuk proses pendalaman lebih lanjut.






