Banjir dahsyat yang melanda kawasan Warakas, Jakarta Utara, pada Senin (12/1/2026) lalu, menyisakan duka mendalam bagi para warganya. Bencana ini membuat banyak rumah porak-poranda, tak terkecuali kediaman Astuti, warga RT 9/RW 1. Saat kejadian, Astuti sedang bekerja di pasar dan baru mengetahui rumahnya terendam air setelah mendapat kabar dari tetangga.
Kondisi Rumah yang Mengerikan
Setibanya di rumah, Astuti mendapati pemandangan yang memilukan. Kulkas miliknya terbalik, magic com ikut terendam, dan tumpukan baju yang baru dicuci maupun dilaundry pun tak luput dari amukan air. Lemari pakaian pun ikut menjadi korban.
“Kulkas tengkurap, mejikom juga, baju-baju kerendem, lemari juga. Padahal baju baru dicuci, ada juga yang dilaundry,” ujar Astuti dengan nada sedih saat ditemui di rumahnya, Selasa (13/1/2026).
Ketinggian air di rumah Astuti diperkirakan mencapai 60 sentimeter. Sisa genangan yang masih terlihat jelas di dinding menjadi saksi bisu betapa parahnya banjir yang terjadi. Bahkan, tempat tidur miliknya pun tak luput dari rendaman air.
Kejadian Tak Terduga Saat Berjualan
Saat banjir mulai melanda, Astuti sedang asyik berjualan nasi uduk di sekitar pasar. Ia tak pernah menyangka bahwa hujan deras yang turun sejak pagi akan menyebabkan air meluap begitu cepat hingga merendam rumahnya.
“Waktu banjir saya lagi jualan,” katanya.
Banjir yang terjadi sejak pagi hingga malam hari itu membuat warga panik. Sekitar pukul 07.00 WIB pada Senin (12/1), Astuti mendapat kabar bahwa rumahnya terendam air. Kekhawatiran akan korsleting listrik menjadi alasan utama tetangganya mendobrak pintu rumahnya.
“Iya, dikabarin. Dicongkel sama ibu tuh rumah takutnya ada listrik di bawah, apa gitu,” tuturnya.






