Banjir kembali merendam kawasan Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Senin (12/1/2026). Namun, sejumlah warga menilai genangan air kali ini tidak separah banjir yang terjadi pada tahun sebelumnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan ketinggian air mencapai 15-20 sentimeter. Kendaraan yang melintas harus memperlambat laju, terutama di sisi jalan yang tergenang lebih tinggi.
“Kalau lebih parah, lebih parah tahun kemarin. Sekarang mah agak mendinganlah. Kemarin mah segini, sebujal (pusar perut). Sekarang mah sebetislah,” ujar Baro, seorang pedagang di kawasan tersebut, kepada wartawan.
Pernyataan senada disampaikan Faqih, pekerja di salah satu ruko di Jalan Boulevard. Ia mengakui banjir tahun lalu memang lebih parah, namun genangan air kali ini tetap mengganggu aktivitas.
“Tahun lalu juga banjir gini, sama. Tapi yang sekarang nggak seberapa, lebih parah tahun lalu. Yang sekarang itu cuma segini (menunjuk betis), kalau tahun lalu bisa sampai seperut,” tuturnya.
Faqih melaporkan sedikitnya 10 sepeda motor mogok akibat terendam banjir sejak pagi. Ia juga mengeluhkan sulitnya akses keluar masuk ruko karena genangan air.
“Susahnya ya gini, susah keluar masuk kendaraan. Tadi pagi yang mogok, ada 10 motor saya hitung,” ungkapnya.
Menurut Faqih, hujan deras mengguyur kawasan Kelapa Gading sejak pagi hingga siang hari. Ia menduga luapan air dari Kali Sunter menjadi penyebab banjir tersebut.
“Parah-parahnya emang pas jam 10 itu, hujan nggak berhenti dari pagi,” katanya.






