Berita

Ular Sapi Jatuh dari Plafon Rumah di Jaktim, Warga Panik Saat Evakuasi

Advertisement

Warga di kawasan Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur, mendadak digemparkan dengan insiden seekor ular yang jatuh dari plafon rumah. Ular tersebut kemudian bersembunyi di antara tumpukan galon air mineral.

Kronologi Kejadian

Peristiwa tak terduga ini terjadi di Jalan Nirbaya Raya, Kelurahan Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, pada Kamis (15/1/2026) siang, sekitar pukul 12.48 WIB. Objek yang dievakuasi diketahui adalah seekor ular lanang sapi atau yang memiliki nama ilmiah Coelognathus radiata.

“Objek evakuasi hewan liar, 1 ekor ular sapi lanang,” ujar petugas Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta, Kamis (15/1).

Petugas pemadam kebakaran menerima laporan dari warga yang panik dan segera merespons. Satu tim yang terdiri dari empat personel dikerahkan menuju lokasi kejadian perkara (TKP).

Proses evakuasi dimulai pada pukul 13.01 WIB. Kehadiran ular tersebut mengejutkan warga yang sedang berkumpul di teras rumah.

“Ketika sedang duduk-duduk sambil ngobrol di teras rumah, warga kaget tiba-tiba ada ular jatuh dari atap plafon teras rumah dan bersembunyi di pojokan tumpukan galon yang ada di depan rumah warga,” tutur salah seorang saksi mata.

Proses evakuasi berlangsung selama lebih dari satu jam, dan dinyatakan selesai pada pukul 14.20 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut.

Advertisement

Mengenal Ular Lanang Sapi

Ular lanang sapi (Coelognathus radiatus) merupakan jenis ular yang cukup umum ditemui di Indonesia. Dilansir dari detikJateng, ular ini memiliki ciri khas warna cokelat kehitaman.

Menurut informasi dari laman Reptiles and Amphibians of Thailand, ular sapi dikenal karena kemampuannya untuk bergerak cepat guna melarikan diri saat merasa terancam. Namun, jika terdesak, ular ini akan mengangkat sepertiga bagian tubuhnya dari tanah, membentuk posisi seperti huruf ‘S’.

Dalam situasi terpojok, ular sapi juga dapat melebarkan lehernya secara vertikal dan menunjukkan sikap agresif. Jika upaya tersebut gagal, ular ini terkadang akan berpura-pura mati untuk menghindari predator.

Dikutip dari Malaysian Biodiversity Information System (MBIS), ular sapi memiliki berbagai nama lain, termasuk rat snake, radiated snake, ular rusuk kerbau, ular sapi lanang, ular tedung tikus, dan ular tikus.

Ular ini memiliki pola makan yang terbatas pada hewan-hewan kecil seperti tupai, kelelawar, katak, kadal, tikus, dan burung. Meskipun tidak berbisa, air liur ular sapi mengandung bakteri yang dapat menyebabkan infeksi jika terjadi gigitan.

Advertisement