Berita

Tiang Monorel di Jl Rasuna Said Dibongkar Mulai Pekan Depan, Target Rampung September 2026

Advertisement

Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta akan memulai pembongkaran tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, pada pekan depan. Seluruh proses pembongkaran hingga penataan ulang ditargetkan rampung pada September 2026.

Penataan Jalan Rasuna Said

Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Pengendalian dan Pengawasan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Dinar Wenny, menjelaskan bahwa pembongkaran tiang monorel merupakan bagian integral dari upaya penataan Jalan HR Rasuna Said sisi timur.

Penataan ini mencakup perbaikan saluran gorong-gorong, trotoar, serta pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) dan kelengkapan jalan lainnya. “Pembongkaran tiang monorel merupakan satu kesatuan pekerjaan penataan Jl. HR. Rasuna Said sisi Timur. Penataan tersebut meliputi pembongkaran tiang monorel, penataan jalan, saluran, trotoar, PJU dan sarana kelengkapan jalan lainnya,” kata Dinar saat dihubungi, Kamis (8/1/2026).

Konsep Ideal untuk Pejalan Kaki

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya menciptakan Jalan Rasuna Said yang ideal bagi pejalan kaki, sehingga mereka merasa nyaman dan aman saat melintas. “Konsep penataan tersebut secara menyeluruh untuk menciptakan Jalan HR Rasuna Said yang ideal lengkap dengan sarana pejalan kaki yang nyaman,” ujar Dinar.

Advertisement

Proyek penataan ini dijadwalkan dimulai pada Januari 2026 dan diperkirakan akan selesai seluruhnya pada September 2026.

Anggaran Rp 100 Miliar untuk Penataan Menyeluruh

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, sebelumnya merinci bahwa anggaran sekitar Rp 100 miliar tidak hanya dialokasikan untuk pembongkaran tiang monorel. Dana tersebut juga mencakup penataan ulang jalan dan trotoar di sepanjang sisi timur Jalan Rasuna Said.

“Totalnya semua sekitar Rp 100 miliar,” kata Heru di Balai Kota Jakarta, Rabu (7/1/2025). Ia menambahkan, “Kita tata tentunya tata jalan, trotoar, kita tata semua itu pakai APBD. Karena kan itu (jalan-trotoar) asetnya aset kita. Jadi semuanya kita tata pakai APBD.”

Advertisement