Berita

Banjir 1 Meter Terjang Sumberasih Probolinggo, 32 Rumah Terendam

Advertisement

Banjir dengan ketinggian air mencapai 1 meter melanda sejumlah desa di Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Peristiwa ini terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore kemarin.

Genangan Air Meluas ke Pemukiman Warga

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Probolinggo, Oemar Sjarief, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat terjadi pada pukul 15.00 WIB hingga petang. “Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat terjadi pada pukul 15.00 WIB hingga petang, sehingga mengakibatkan debit air sungai naik dan menggenang ke pemukiman warga setinggi pinggang orang dewasa,” kata Oemar Sjarief, di Probolinggo, Sabtu (10/1/2026), seperti dilansir Antara.

Banjir tersebut menggenangi rumah warga di tiga desa di Kecamatan Sumberasih, yaitu Desa Lemahkembar, Banjarsari, dan Ambulu. Berdasarkan data sementara, sebanyak 32 rumah dilaporkan terdampak banjir. “Data sementara rumah warga yang terdampak banjir sebanyak 32 rumah, namun pendataan masih terus dilakukan,” tuturnya.

BPBD Kabupaten Probolinggo bersama instansi terkait segera bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan asesmen dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak. “Kami bergerak cepat untuk menangani banjir yang melanda Kecamatan Sumberasih, sehingga diharapkan bisa segera surut,” ujar Oemar.

Advertisement

Akses Jalan Terputus Akibat Banjir

Selain menggenangi pemukiman, hujan deras juga menyebabkan jalan Desa Kedungdalem-Desa Dringu tergenang banjir. Area Dusun Krajan Bandaran hingga depan Balai Desa Dringu dilaporkan tidak dapat dilalui kendaraan bermotor, baik roda empat maupun roda dua.

Oemar mengimbau pengendara untuk sementara waktu menghindari jalur tersebut hingga kondisi jalan kembali normal. Ia menyarankan penggunaan jalur alternatif yang tidak tergenang. “Jalan Desa Kedungdalem-Desa Dringu, khususnya area Dusun Krajan Bandaran sampai depan Balai Desa Dringu, saat ini tidak dapat dilalui oleh kendaraan bermotor akibat genangan air yang dapat mematikan mesin kendaraan roda dua,” jelasnya.

Advertisement