Berita

Sekolah Rakyat: 500 Ribu Siswa dan Keluarga Diberdayakan dalam 5 Tahun

Advertisement

Program Sekolah Rakyat diluncurkan sebagai upaya pemerintah memperluas akses pendidikan yang lebih merata, khususnya bagi keluarga kurang mampu di wilayah padat penduduk. Program ini dikoordinasikan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) dengan kolaborasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Pemetaan Wilayah Sasaran

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan bahwa pemetaan pembangunan sekolah rakyat difokuskan pada wilayah dengan dua kriteria utama: basis keluarga kurang mampu dan jumlah penduduk yang padat. Pendekatan ini bertujuan agar pendidikan dapat lebih mudah dijangkau oleh masyarakat yang selama ini kesulitan mengaksesnya.

“Pertama, di situ menjadi bagian dari basisnya keluarga yang kurang mampu, yang kedua juga jumlah penduduknya yang banyak,” tegas Gus Ipul dalam keterangan yang dikutip dari detikedu, Minggu (4/1/2026).

Target Jangka Menengah dan Pemberdayaan Keluarga

Dalam periode lima tahun ke depan, pemerintah menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat yang mampu menampung 500 ribu siswa. Program ini tidak hanya berfokus pada siswa, tetapi juga pemberdayaan keluarga mereka.

“Jadi ini memang misi besar. Kalau sudah kapasitas penuh, maka setiap tahun itu akan ada 500 ribu siswa dan keluarganya yang naik kelas, karena memang ini tidak hanya siswanya kan tapi keluarganya ikut diberdayakan,” sambung Gus Ipul.

Setiap siswa yang bersekolah di Sekolah Rakyat akan mendapatkan fasilitas lengkap, termasuk kebutuhan makanan, seragam, dan sarana prasarana belajar yang ditanggung oleh negara. Sementara itu, orang tua siswa akan dilibatkan dalam program pemberdayaan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Supaya orang tuanya nanti bisa jadi keluarga yang mandiri,” tutur Gus Ipul.

Advertisement

Intervensi Rumah Tidak Layak Huni

Lebih lanjut, data murid Sekolah Rakyat juga akan menjadi dasar bagi Kemensos untuk menilai kelayakan tempat tinggal keluarga mereka. Jika rumah ditemukan tidak layak huni, Kemensos akan mengintegrasikan bantuan melalui program renovasi rumah tidak layak huni yang merupakan program unggulan presiden.

“Kalau rumahnya tidak layak huni nanti akan intervensi dengan program presiden yang merupakan program unggulan untuk renovasi rumah tidak layak huni dan seterusnya,” ujar Gus Ipul.

Gus Ipul berharap lulusan Sekolah Rakyat dapat menjadi agen perubahan yang tidak hanya membantu orang tua, tetapi juga memberikan inspirasi bagi lingkungan sekitar untuk bertransformasi menjadi lebih baik.

“Kita harapkan nanti anaknya kalau lulus itu bisa jadi agen perubahan, tidak saja membantu orang tuanya, tapi juga bisa memberikan inspirasi ke lingkungannya untuk berubah. Jadi orang tuanya nanti lebih mandiri (karena) anaknya sudah bisa sekolah sebagaimana yang mereka cita-citakan,” pungkas Gus Ipul.

Peluncuran Publik

Seluruh rangkaian program Sekolah Rakyat akan diperkenalkan lebih luas kepada publik pada acara Peluncuran Sekolah Rakyat yang mengusung tema ‘Cerdas Bersama, Tumbuh Setara’. Acara ini akan digelar pada 12 Januari 2026 di Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru. Masyarakat dapat mengikuti peluncuran secara daring melalui detikcom atau mengunjungi tagsite Sekolah Rakyat untuk informasi lebih lanjut.

Advertisement