Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dijadwalkan akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 30 Januari hingga 1 Februari 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan. Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, mengisyaratkan adanya kejutan terkait tokoh baru yang berpotensi bergabung dengan partai tersebut.
Potensi Tokoh Baru dan Ambisi PSI
Ahmad Ali menyatakan bahwa bergabungnya tokoh baru ke PSI akan diumumkan pada waktu yang tepat. Ia juga menyinggung adanya peluang kader Partai NasDem untuk bergabung ke PSI, menyusul langkahnya sendiri yang telah lebih dulu bergabung.
“Kita tunggu. Kita tunggu tanggal mainnya. Kita tunggu pengumumannya, kita tunggu surprise-nya,” ujar Ali saat dihubungi, Minggu (11/1/2026).
Lebih lanjut, Ali mengungkapkan harapannya agar PSI di bawah kepemimpinan Kaesang Pangarep tidak hanya sekadar lolos ke parlemen, tetapi juga mampu diperhitungkan sebagai partai papan tengah. “Karena memang kami sedang mempersiapkan partai ini untuk menjadi salah satu partai, menjadi partai yang harus tidak sekedar lolos parlemen. Tapi paling tidak, dia setidak-tidaknya berada di papan tengah,” jelasnya.
Menurut Ali, salah satu prasyarat untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan merekrut tokoh-tokoh baru dan menjadikan PSI sebagai partai yang terbuka. Ia menekankan pentingnya partai yang tidak antikritik dan tidak mudah tersinggung.
“Terbuka untuk para tokoh. Menurutku lebih progresif yang kemudian semua orang bisa nyaman di rumah ini. Nyamannya orang itu diukur dengan gimana terbangunnya dialektika di internal partai ini. Partai ini harus jadikan sebagai partai terbuka, tidak antikritik, tidak baper,” tuturnya.
Peluang Rusdi Masse Bergabung
Menjawab pertanyaan mengenai peluang Wakil Ketua Komisi III DPR, Rusdi Masse, untuk bergabung dengan PSI, Ali memberikan gambaran terkait kedekatan Rusdi Masse dengan PSI. Ia menyinggung Ketua DPW PSI Sulawesi Selatan, Muammar Ferirae Gandi Rusdi, yang merupakan putra dari Rusdi Masse.
“Gini kalau hari ini, saya mungkin apa nggaknya, kita agak susah untuk saya. Tapi saya kasih gambaran bahwa Ketua DPW Sulawesi Selatan itu putra dia. Nah tentunya kalau putranya kan berarti persetujuan dia dong?” kata Ali.
Ali menambahkan, secara naluriah seorang ayah tidak akan tega mempermalukan atau menghancurkan masa depan anaknya sendiri. “Masa iya seorang ayah, mau mempermalukan anaknya? Masa iya seorang ayah eh mau menghancurkan masa depan anak?” imbuhnya.
Meskipun demikian, Ali tidak memberikan jawaban tegas mengenai kepastian bergabungnya Rusdi Masse. Ia kembali meminta publik untuk menunggu pengumuman resmi pada tanggal 30 Januari mendatang.
“Kalau saya ketika saya mengajak anak saya berpolitik, mendingan saya tidak jadi apa-apa daripada anak saya. Ya, nantilah tunggu tanggal 30,” pungkasnya.






