Seorang wanita bernama Khairun Nisa nekat menyamar menjadi pramugari saat menumpang pesawat Batik Air dalam penerbangan dari Palembang menuju Jakarta. Ia duduk di kursi penumpang biasa yang telah dibayarnya.
“Dia duduk di kursi penumpang, dia bayar tiket,” ujar Kasi Humas Polresta Bandara Soekarno-Hatta Ipda Septian, Kamis (8/1/2026).
Kecurigaan Kru Pesawat
Kecurigaan kru pesawat muncul bukan hanya karena Nisa duduk di kursi penumpang. Ia juga menunjukkan kegugupan saat ditanya mengenai diklat pramugari.
“Pada saat di pesawat, salah satu kru tanya ke dia, ‘Mbak diklat tahun berapa?’ bingung dia, akhirnya gelagapan. Di situ ketahuannya,” jelas Septian.
Selain itu, motif rok yang dikenakan Nisa berbeda dengan seragam standar pramugari Batik Air. “Wanita atas nama Khairun Nisa ditegur oleh cabin crew pesawat Batik Air karena diduga memiliki warna corak rok pramugari Batik yang berbeda dengan rok yang dikeluarkan oleh perusahaan PT Lion Group,” ungkap Septian.
Menindaklanjuti hal tersebut, pihak kru maskapai menghubungi aviation security (avsec). Setibanya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Nisa kemudian dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.
Tidak Ditahan, Maskapai Tak Menempuh Jalur Hukum
Septian menambahkan bahwa Nisa tidak sampai ditahan. Pihak maskapai juga memutuskan untuk tidak menempuh jalur hukum.
“Intinya, yang bersangkutan tidak ditahan karena tidak ada unsur, hanya pakaian dan barang-barangnya diamankan. Pihak Batik Air juga sudah tidak mempermasalahkan hal tersebut,” terangnya.
Alasan Nisa Menyamar
Nisa mengaku nekat menyamar menjadi pramugari demi menyenangkan hati orang tuanya. Ia sempat melamar menjadi pramugari pada Maret 2025 namun dinyatakan gagal.
“Jadi dia dulu pernah daftar pramugari dan ortunya sudah mengeluarkan uang, cuma dia nggak lulus. Jadi dia mau nunjukin ke keluarganya, makanya dia pakai baju itu,” ungkap Septian.
Orang tua Nisa bahkan sempat mentransfer uang puluhan juta rupiah saat Nisa mendaftar sebagai pramugari. Antara takut ketahuan gagal dan keinginan menyenangkan orang tua, Nisa akhirnya nekat datang ke orang tuanya di Palembang dengan mengaku sudah diterima menjadi pramugari.
“Pas berangkat (dari Palembang) diantar sama orang tuanya. Karena waktunya mepet, dia nggak sempat ganti baju,” pungkas Septian.






