Berita

Polda Metro Jaya Ungkap Dugaan Keracunan dalam Kasus Sekeluarga Tewas di Warakas

Advertisement

Jakarta – Kepolisian Daerah Metro Jaya mengungkap perkembangan terbaru terkait kasus kematian satu keluarga yang terdiri dari seorang ibu dan dua anaknya di kawasan Warakas, Jakarta Utara. Berdasarkan indikasi awal, polisi menduga kematian ketiganya disebabkan oleh keracunan.

Dugaan Keracunan Diperkuat Hasil Forensik

“Tentang kasus Warakas, ini sedikit kami bocorkan kepada rekan-rekan. Memang dugaan peristiwa itu terindikasi adanya keracunan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan pada Senin (12/1/2026).

Budi menjelaskan bahwa dugaan keracunan ini masih bersifat indikasi awal. Kepastian penyebab kematian ketiga korban baru dapat dipastikan setelah menunggu hasil resmi dari kedokteran forensik.

“Saat ini pihak laboratorium serta kedokteran forensik yang melaksanakan autopsi bersama penyidik akan segera melakukan gelar perkara ataupun rekonsiliasi. Sehingga hasil yang ditemukan dari kandungan yang disita pada saat terjadi peristiwa itu, akan dilakukan gelar perkara persesuaian,” jelas Budi.

Ia menambahkan bahwa penjelasan detail mengenai penyebab kematian akan disampaikan langsung oleh pihak kedokteran forensik, mengingat kompetensi mereka dalam bidang tersebut. “Nanti akan disampaikan oleh laboratorium forensik dan dokter yang melaksanakan otopsi. Karena beliau-beliau adalah orang yang berkompeten. Sehingga pada saat rekan-rekan menanyakan langkah-langkah, fakta, itu akan lebih bisa disampaikan secara komprehensif,” imbuhnya.

Pemeriksaan Toksikologi Makanan dan Minuman

Untuk mendalami kasus ini, polisi telah melakukan serangkaian pemeriksaan, termasuk uji toksikologi. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno G Sukahar menyatakan bahwa pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian tiga orang sekeluarga tersebut.

“Iya betul dilakukan pengecekan (toksikologi) juga,” kata Onkoseno saat dihubungi pada Senin (5/1).

Advertisement

Pemeriksaan toksikologi forensik dilakukan untuk mengidentifikasi dan menghitung keberadaan cairan atau racun dalam tubuh korban. Selain itu, sisa makanan dan minuman yang ditemukan di lokasi kejadian juga tengah diteliti oleh laboratorium forensik.

“Iya betul (didalami dugaan keracunan). Ada beberapa, bentuknya kan sudah sisa. Sementara makanan dan minuman,” tutur Onkoseno.

Hingga kini, polisi telah memeriksa 10 saksi dan masih terus melakukan penyelidikan mendalam. “Kita masih menunggu hasil dari labfor (laboratorium forensik),” ujarnya.

Kronologi Penemuan Korban

Ketiga korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumah kontrakan mereka di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat (2/1) pagi. Korban terdiri dari seorang ibu, anak laki-laki, dan anak perempuan. Satu anggota keluarga lainnya dilaporkan selamat dan telah dilarikan ke rumah sakit.

Jasad ketiganya pertama kali ditemukan oleh salah satu anak korban yang baru pulang bekerja. Saat ditemukan, kondisi tubuh ketiga korban dilaporkan melepuh.

“Secara kasatmata, ada (kondisi tubuh melepuh). Di sekitar tubuh saja,” ujar Kanit Resmob Polres Metro Jakut Iptu Seno Adji di lokasi kejadian pada Jumat (2/1).

Advertisement