Selebriti

Dustin Tiffani Ungkap Prinsip Nafkah: Suami Penuhi Kebutuhan Dasar, Istri Punya Jatah Sendiri

Advertisement

Komedian Dustin Tiffani angkat bicara mengenai isu istri yang harus membeli keinginannya sendiri. Ia berpendapat bahwa dalam rumah tangga, status seseorang bukan lagi independen, melainkan berpasangan. Oleh karena itu, Dustin kurang setuju jika istri terlalu mandiri dalam membiayai kebutuhannya tanpa peran suami.

Prinsip Keuangan Rumah Tangga

“Kalau beli sendiri sih lo istilahnya masih idealisme tinggi ya. Terus kalau sendiri terlalu meng-independent-kan diri, sedangkan status lo itu sudah bukan independent, status lo itu duo, sudah punya pasangan,” ujar Dustin Tiffani kepada wartawan di Studio Brownis TTV, Jakarta Selatan, Senin (12/1/2026).

Pria yang dikenal dengan gaya bicaranya yang unik ini menjelaskan prinsip keuangannya bersama sang istri, Ditha Rizky Amalia. Menurut Dustin, suami memiliki kewajiban untuk memenuhi seluruh kebutuhan dasar rumah tangga, mulai dari urusan dapur hingga pembayaran asisten rumah tangga.

Sementara itu, istri tetap diberikan jatah bulanan khusus yang sepenuhnya menjadi haknya. Uang tersebut dapat digunakan untuk self-reward atau membeli barang yang diinginkan tanpa campur tangan suami.

“Kebutuhan sehari-hari kayak macam di dapur, dapur ngebul, cucian, detergen, bayar ART, itu kita yang harus tanggung jawab,” jelas Dustin.

Advertisement

“Kalau jatah bulanan pasangan kita, ya sudah nggak usah utak-atik lo mau beli apa terserah. Karena memang sudah hak dia. Kasih haknya dulu istri, baru yang kebutuhan sehari-hari tetap tanggung jawab si suami,” tambahnya.

Dukungan untuk Istri Berkarya

Meskipun memegang prinsip tanggung jawab penuh terhadap kebutuhan rumah tangga, Dustin tidak melarang istrinya untuk bekerja atau berkarya. Ia justru mendukung Ditha yang kini aktif sebagai content creator di bidang make-up dan live streaming, asalkan tidak terlalu memforsir tenaga.

“Saya memfleksibelkan diri. Kalau misalnya ada selipan mau kerja kayak content creator, nggak jadi masalah. Istri kerja cuman jangan terlalu diforsir. Karena masih ada yang bertanggung jawab di luar situ,” pungkasnya.

Advertisement