Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan keyakinannya bahwa wilayah Sumatera Barat (Sumbar) yang terdampak bencana akan kembali normal sebelum bulan Ramadan tiba. Pernyataan ini disampaikan Tito seusai rapat satgas di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, pada Kamis (15/1/2026).
Optimisme Pemulihan Sumbar
“Kalau saya melihat bahwa kalau untuk Sumatera Barat, saya sangat PD (percaya diri) sekali sebelum Ramadan itu akan kembali normal,” ujar Tito kepada wartawan.
Ia menjelaskan bahwa proses rehabilitasi di Sumbar terus berjalan lancar, yang menjadi kunci percepatan pemulihan di wilayah tersebut. “Kuncinya ya jalan aja,” tegasnya.
Kondisi Bencana di Wilayah Lain
Selain Sumbar, Tito juga memaparkan kondisi penanganan bencana di wilayah lain. Di Sumatera Utara, dampak terbesar bencana terpusat di Desa Garoga, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Tengah. Wilayah lainnya dilaporkan dalam tahap pemulihan.
Sementara itu, di kawasan Aceh, Tito menyebutkan adanya perbedaan penanganan yang signifikan. Banyak infrastruktur, terutama akses jalan, yang memerlukan perbaikan segera. “Jalannya harus diperbaiki. Sambil ini masih musim hujan, alat beratnya standby kami sana. Di low land, dataran rendah, kunci utamanya pembersihan lumpur. Kalau lumpurnya udah dibersihin, sungainya udah dikerok, itu akan jauh lebih mudah lagi menanganinya,” ungkapnya.






