Politikus muda Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menanggapi wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Isyarat sikap Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri terkait hal ini diungkapkan.
Demokrasi Seperti Senam Poco-Poco
Salah satu politikus muda PDIP, Muhammad Syaeful Mujab, menyatakan bahwa partainya yakin persoalan politik uang tidak harus diselesaikan dengan mengamputasi hak rakyat untuk memilih. Ia mengutip pidato Megawati yang memberikan ‘hint’ mengenai demokrasi.
“Dalam pidato kemarin, meskipun nanti sikap partai secara resmi akan disampaikan dalam penutupan Rakernas hari Senin besok, tapi Bu Mega sudah memberikan hint sedikit, kok demokrasi kita tuh kayak senam poco-poco,” ujar Mujab dalam konferensi pers Rakernas PDIP di Ancol, Jakarta Utara, Minggu (11/1/2026).
Mujab menjelaskan analogi senam poco-poco yang bergerak maju, mundur, dan ke samping. Menurut Megawati, demokrasi seharusnya terus berjalan maju. “Sehingga kami melihat sekarang ini momen di mana kita mengkaji kembali apakah Pilkada ini harus langsung atau tidak langsung, itu adalah momentum ini demokrasi mau dibuat kayak senam poco-poco, maju mundur maju mundur,” sebutnya.
PDIP, lanjut Mujab, ingin demokrasi selalu bergerak ke depan. Sikap resmi partai terkait Pilkada dipilih DPRD akan disampaikan pada penutupan Rakernas hari Senin besok.
Hak Rakyat untuk Memilih
Politikus muda PDIP lainnya, Aryo Seno Bagaskoro, menambahkan bahwa jika rakyat tidak bisa memilih pemimpinnya, maka hak tersebut telah diambil.
“Karena dalam demokrasi kita, bagaimana seorang pemimpin itu bisa bonding dengan rakyatnya, bisa merasakan keresahan rakyatnya, bisa mencari solusi terbaik untuk masalah rakyatnya,” ucap Seno.
Seno meyakini bahwa pemilu bukan sekadar tentang siapa yang menang, tetapi lebih penting adalah cara memimpin. Ia percaya masih banyak rakyat yang menginginkan pemilihan secara langsung.
“Kami percaya bahwa masih banyak orang yang masih ingin agar pemilu kita itu dipilih langsung oleh rakyat. Di tengah jalan sunyi itu kami berani mengambil sikap yang tentu saja sangat berbeda, sangat kontras,” tuturnya.
Rangkaian HUT dan Rakernas PDIP
Acara ini merupakan hari kedua PDIP menggelar HUT ke-53 yang bersamaan dengan Rapat Koordinasi Nasional (Rakernas). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari Sabtu (10/1) hingga Senin (12/1) di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara.
Sikap resmi partai terkait sejumlah isu strategis akan disampaikan pada hari terakhir acara.






