Berita

Mahasiswa Tumpahkan 2 Truk Sampah di Kantor Wali Kota Tangsel, Tuntut Solusi Polemik Persampahan

Advertisement

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (BEM UMJ) menggelar aksi unjuk rasa di kantor Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Kamis (8/1/2026). Aksi ini merupakan buntut dari polemik sampah yang tak kunjung terselesaikan di wilayah tersebut. Massa tidak hanya berorasi, tetapi juga menunjukkan protesnya dengan menumpahkan sampah dari dua truk di halaman kantor Wali Kota Tangsel.

Tuntutan Tujuh Poin

Menurut Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq, aksi yang diikuti kurang lebih 30 orang ini berlangsung dari pukul 16.00 WIB hingga 17.06 WIB. Terdapat tujuh tuntutan utama yang disampaikan massa kepada Pemerintah Kota Tangsel.

Tuntutan tersebut antara lain:

Advertisement

  • Meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera melakukan pengangkutan sampah secara menyeluruh di titik-titik rawan penumpukan.
  • Mendesak Wali Kota Tangsel untuk segera mengambil langkah konkret penyelesaian permasalahan sampah.
  • Mendesak Wali Kota Tangsel dan DLH menambah armada pendukung untuk pengangkutan sampah secara rutin.
  • Meminta Wali Kota Tangsel mengadakan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah.
  • Meminta Wali Kota Tangsel bertanggung jawab atas terjadinya pembuangan sampah yang tidak terkendali.
  • Meminta Wali Kota Tangsel melakukan pengelolaan residu melalui teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL).
  • Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja DLH kepada publik.

“Massa aksi unjuk rasa dari BEM UMJ melakukan aksi penurunan sampah dari 2 truk yang mengangkut sampah dan melakukan orasi di samping kantor Wali Kota Tangerang Selatan,” ujar Kompol Bambang Askar Sodiq.

Pasca aksi, sampah yang dibuang oleh massa kemudian diangkut kembali oleh petugas dari Dinas Lingkungan Hidup Bidang Persampahan. Situasi di lokasi dilaporkan telah kondusif.

Advertisement