Berita

Gemuruh di Danau Kelimutu NTT: Longsor Tebing Akibat Hujan Tinggi, Badan Geologi Jelaskan Penyebabnya

Advertisement

Suara gemuruh yang terdengar seperti air mendidih dari salah satu danau di Gunung Kelimutu, Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga. Badan Geologi kemudian memberikan penjelasan resmi mengenai fenomena tersebut.

Longsor Tebing Picu Suara Gemuruh

Berdasarkan rekaman video yang beredar di media sosial, terdengar suara gemuruh dari Danau Kelimutu yang membuat warga bertanya-tanya. Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengonfirmasi bahwa suara tersebut disebabkan oleh longsoran dari tebing Kawah II (Tiwu Koofai Nuwamuri) Gunung Kelimutu.

“Setelah dilakukan pengecekan lapangan, kejadian tersebut adalah akibat dari longsornya sebagian tebing timur laut dari Kawah II,” ujar Lana Saria dalam keterangan resmi yang diterima, Senin (12/1/2026).

Curah Hujan Tinggi Jadi Penyebab Utama

Lana Saria menjelaskan bahwa curah hujan yang tinggi menjadi faktor utama ketidakstabilan tebing. Intensitas hujan yang lebat menyebabkan kondisi tebing menjadi rapuh dan akhirnya longsor, memicu suara gemuruh yang terdengar oleh warga.

Advertisement

Meskipun demikian, Lana memastikan bahwa berdasarkan pengamatan visual dan instrumental hingga hari ini, tidak ada peningkatan aktivitas kegempaan yang signifikan di Gunung Kelimutu. Hal ini menunjukkan bahwa fenomena tersebut bersifat lokal dan tidak mengindikasikan erupsi.

Profil Gunung Kelimutu

Gunung Kelimutu merupakan gunung api tipe strato dengan ketinggian mencapai 1.384,5 meter di atas permukaan laut (mdpl). Keunikan gunung ini terletak pada tiga danau kawahnya yang memiliki warna berbeda-beda, yaitu:

  • Kawah I: Tiwu Ata Polo
  • Kawah II: Tiwu Koofai Nuwamuri
  • Kawah III: Tiwu Ata Bupu

Perbedaan warna pada ketiga danau ini seringkali berubah-ubah, menambah daya tarik sekaligus misteri Gunung Kelimutu.

Advertisement