London – Keputusan mengejutkan diambil manajemen Chelsea. Setelah sempat mempertahankan Enzo Maresca, klub berjuluk The Blues itu akhirnya memutuskan berpisah jalan. Posisi juru taktik kini dipercayakan kepada Liam Rosenior, sebuah langkah yang dinilai sebagai perjudian besar.
Sumber internal Chelsea yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kepada BBC bahwa klub sejatinya tidak memiliki rencana untuk melakukan pergantian manajer di tengah musim. Namun, komentar Maresca yang dianggap kontraproduktif akhirnya mendorong klub untuk mengambil tindakan tegas.
“Pergantian manajer di tengah musim tidak masuk dalam rencana. Namun komentar Maresca soal klub akhirnya mendorong klub untuk mengambil tindakan,” ujar sumber tersebut.
Komentar Maresca yang dimaksud merujuk pada pernyataannya yang merasa tidak didukung oleh petinggi klub. “Sejak saya bergabung dengan klub ini, 48 jam terakhir adalah yang terburuk karena banyak orang tidak mendukung kami dan tim ini,” ungkap Maresca kala itu. Ketika ditanya siapa saja yang dimaksud, Maresca menjawab, “Secara umum semua orang.”
Meskipun Enzo Maresca berhasil mempersembahkan gelar UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub, perpisahan tak terhindarkan. Liam Rosenior ternyata bukan pilihan mendadak, melainkan sosok yang sudah dipersiapkan.
“Rosenior sudah dinilai sebagai calon penerus Maresca. Para petinggi klub suka dengan gaya bermain Rosenior yang berbasis penguasaan bola dan mampu memoles para pemain muda,” papar sumber itu lebih lanjut.
Penunjukan Liam Rosenior memang disebut-sebut sebagai sebuah perjudian besar. Banyak pendukung Chelsea yang meragukan kemampuannya, mengingat rekam jejaknya yang baru melatih klub-klub Divisi Championship seperti Derby dan Hull City. Pria berusia 41 tahun itu juga baru dua musim menukangi klub Ligue 1, Strasbourg.
Era kepemilikan Roman Abramovich sebelumnya dikenal gemar merekrut pemain top. Satu-satunya perjudian sukses yang pernah dilakukan adalah ketika merekrut Roberto Di Matteo pada tahun 2021, yang berhasil membawa Chelsea meraih gelar Liga Champions untuk kali pertama dalam sejarah klub. Pertanyaan besar kini, mampukah Rosenior menorehkan kesuksesan serupa?






