Berita

Tumpukan Sampah di Pasar Cimanggis Tangsel Meluber ke Jalan, Bau Busuk Ganggu Warga

Advertisement

TANGERANG SELATAN, Banten – Tumpukan sampah rumah tangga yang belum terangkut memadati kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, menimbulkan bau busuk menyengat dan mengganggu aktivitas warga. Kondisi ini dilaporkan warga sejak kemarin dan belum menunjukkan tanda-tanda penanganan.

Sampah Menumpuk Akibat Masalah di TPA

Salah seorang warga, Dana, mengungkapkan kekhawatirannya melihat sampah yang terus menggunung di pinggir jalan. Ia pertama kali melihat tumpukan sampah tersebut pada Selasa (6/1/2026) sore dan kondisinya masih sama pada Rabu (7/1/2026) pagi. Sampah yang dibungkus plastik kresek itu diduga merupakan sampah rumah tangga.

“Kemarin sore saya lewat situ. Dan tadi pagi pas saya antar istri, sampah masih ada, belum diangkut,” ujar Dana saat dihubungi.

Ia menambahkan bahwa bau busuk yang ditimbulkan sampah tersebut sudah sangat mengganggu. “Sampahnya menimbulkan bau busuk karena sudah berapa hari ketumpuk sampai segitu banyak, ya katanya sih karena ada persoalan di TPA, cuma harusnya ada penanganan, tidak hanya ditumpuk sampai setinggi itu,” keluhnya.

Dana berharap tumpukan sampah ini segera ditangani karena berdampak pada kesehatan warga dan keindahan tata kota. “Segera dituntaskan karena mengganggu kesehatan dan mengotori tata kota,” tegasnya.

Pengguna jalan yang melintas di lokasi juga dilaporkan menutup hidung untuk menghindari bau tak sedap yang menyebar. Dalam sebuah video yang beredar, terlihat sebuah alat berat buldozer berada di lokasi, namun belum jelas fungsinya dalam penanganan sampah tersebut.

Advertisement

Solusi Darurat: Sampah Tangsel Dibawa ke TPAS Cilowong

Menyikapi kondisi kedaruratan sampah di Tangsel, Pemerintah Kota Serang memberikan izin uji coba pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Kota Serang. Sebanyak 10 truk sampah dari Tangsel telah dikirim ke TPAS Cilowong pada Jumat (2/1/2026).

Satgas Investasi Kota Serang, Wahyu Nurjamin, menjelaskan bahwa ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan. “Untuk Kota Tangerang Selatan, semalam ada 10 truk yang dikirim. Itu sifatnya uji coba karena kondisi kedaruratan sampah di Tangsel,” kata Wahyu.

Persyaratan tersebut meliputi:

  • Truk sampah tidak boleh meneteskan air lindi (cairan sampah).
  • Sampah yang diangkut adalah sampah timbulan atau sampah baru, bukan sampah timbunan lama.
  • Pengelolaan air lindi harus dipastikan tidak berceceran, sehingga Kota Tangsel memasang alat tambahan khusus untuk pengelolaan air lindinya.

Selain itu, Pemkot Tangsel juga diwajibkan mempekerjakan warga sekitar TPAS Cilowong, seperti warga wilayah Taktakan, sebagai sopir truk pengangkut sampah. Langkah ini diambil untuk memberdayakan masyarakat sekitar TPAS.

Advertisement