Berita

Presiden Prabowo Terkesima Kemampuan Bahasa Asing Siswa Sekolah Rakyat, Tawarkan Peluang Belajar ke Luar Negeri

Advertisement

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi kemampuan bahasa asing siswa Sekolah Rakyat dan membuka peluang pengiriman belajar ke luar negeri. Kekaguman ini disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan 166 titik Sekolah Rakyat di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/1/2026).

Pidato Empat Bahasa

Presiden Prabowo mengaku terkesima melihat kemampuan siswa-siswi Sekolah Rakyat yang lancar berbahasa asing saat menampilkan pidato dalam acara tersebut. Salah satu penampilan yang paling menonjol adalah pidato menggunakan empat bahasa asing: Inggris, Arab, Jepang, dan Mandarin. Keempat murid yang membawakan pidato tersebut adalah Nur Aisah, Kiendra Lian Damarta, Riski Aulia, dan Royya Almala.

“Saya terkesima hari ini, terus terang saja. Bisa ada anak yang pidatonya dalam beberapa bahasa. Luar biasa. Yang bahasa Inggrisnya menurut saya luar biasa,” ujar Presiden Prabowo dalam keterangan tertulis, Selasa (13/1/2026).

Presiden Prabowo memuji kemahiran para murid yang mampu berbahasa asing meski baru beberapa bulan mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat. Ia membandingkan dengan pengalamannya sendiri yang lancar berbahasa Inggris karena tinggal di luar negeri.

“Saya besar di luar negeri. Kalau saya bahasa Inggrisnya bagus, ya wajar, saya pernah tinggal di daerah-daerah situ (luar negeri). Tapi anak ini, saya kagum juga sama dia,” kata Presiden Prabowo.

Tawaran Belajar ke Luar Negeri

Menyikapi kekaguman tersebut, Presiden Prabowo meminta keempat murid yang berpidato menggunakan bahasa asing untuk dijadwalkan bertemu dengannya. Ia juga menawarkan kesempatan bagi para siswa untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

“Nanti yang tadi itu, yang (pidato) berbahasa bagus itu semua ya, nanti suruh menghadap saya ya. Mungkin bagusnya kita kirim juga ke luar negeri. Kira-kira gimana, setuju gak?” tanya Presiden Prabowo.

Advertisement

Prestasi Lain Siswa Sekolah Rakyat

Kekaguman Presiden Prabowo terhadap perkembangan siswa Sekolah Rakyat tidak hanya terbatas pada kemahiran berbahasa asing. Ia juga mendapat laporan mengenai berbagai prestasi lain yang diraih dalam waktu relatif singkat.

“Dan saya kagum, masa baru 6 bulan (di Sekolah Rakyat) tadi saya lihat sudah ada yang juara olimpiade ini, juara itu, luar biasa. Juara olimpiade matematik, luar biasa. Saya sangat terkesima, saya sangat terharu bahkan,” lanjut Presiden Prabowo.

Data Operasional Sekolah Rakyat

Pada tahun 2025, sebanyak 166 titik lokasi Sekolah Rakyat Rintisan telah beroperasi dan tersebar di 34 provinsi. Rinciannya adalah sebagai berikut:

  • Sumatera: 35 lokasi
  • Jawa: 70 lokasi
  • Bali dan Nusa Tenggara: 7 lokasi
  • Kalimantan: 13 lokasi
  • Sulawesi: 28 lokasi
  • Maluku: 7 lokasi
  • Papua: 6 lokasi

Sekolah Rakyat Rintisan saat ini menampung 15.945 siswa serta didukung oleh 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan. Seiring dengan operasional Sekolah Rakyat Rintisan, pembangunan Sekolah Rakyat Permanen juga telah dimulai di 104 titik lokasi yang tersebar di berbagai provinsi pada tahun ini.

Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi dan menjadi inisiatif langsung Presiden Prabowo bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem pada Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Advertisement