Sebanyak delapan prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menerima penghargaan Sangkur Perak dari Panglima Kopassus, Letjen TNI Djon Afriandi. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi luar biasa dan keteladanan yang ditunjukkan oleh para prajurit dalam menjalankan tugasnya.
Pengakuan atas Prestasi dan Dedikasi
Dalam upacara penganugerahan yang digelar pada Rabu (14/1/2026), perwakilan penerima penghargaan yang hadir langsung adalah Serma Wardoyo dan Serma Edi Sutono. Enam prajurit lainnya menerima penghargaan serupa meski saat ini tengah bertugas di daerah penugasan.
Letjen TNI Djon Afriandi dalam amanatnya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para prajurit yang telah menorehkan prestasi gemilang. Ia berharap pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Kopassus.
“Teruslah berbuat yang terbaik, tulus, dan ikhlas pada setiap penugasan,” ujar Djon Afriandi kepada seluruh peserta upacara.
Kisah Heroik Serma Edi Sutono
Salah satu penerima penghargaan yang menonjol adalah Serma Edi Sutono. Ia dianugerahi Sangkur Perak atas aksi heroiknya saat pelaksanaan Latihan Bersama (Latma) DOLPHINE XVI-2024. Dalam sebuah sesi penerjunan freefall dari ketinggian 10.000 kaki, Serma Edi menunjukkan keberanian luar biasa.
Insiden terjadi ketika Serma Edi mendampingi rekannya, Sgt. Sabado dari Socom Filipina, dalam penerjunan tandem. Pada ketinggian 5.000 hingga 4.500 kaki, keduanya masih dalam posisi stabil. Namun, situasi berubah dramatis saat mereka mencapai ketinggian 3.000 kaki.
Serma Edi menyadari bahwa Sgt. Sabado kehilangan kesadaran atau mengalami blackout di udara. Tanpa memikirkan keselamatan dirinya, Serma Edi melakukan pengejaran di udara untuk mendekati rekannya. Dengan waktu yang sangat sempit, ia berhasil menarik payung utama Sgt. Sabado hingga mengembang sempurna.
Aksi penyelamatan tersebut berujung pada hilangnya ketinggian aman bagi Serma Edi. Upayanya untuk mengembangkan payung utama mengalami kendala, begitu pula dengan pengembangan payung cadangan. Akibatnya, Serma Edi mendarat keras menabrak pohon sebelum akhirnya jatuh ke tanah.
Pengorbanan dan keberanian Serma Edi Sutono dalam mengambil risiko fatal demi menyelamatkan nyawa rekannya menjadikannya layak menerima penghargaan tertinggi Sangkur Perak. Selain itu, penghargaan ini juga diberikan kepada prajurit yang menunjukkan kinerja luar biasa dalam berbagai penugasan di wilayah Papua.
Penganugerahan Sangkur Perak ini menegaskan komitmen Kopassus dalam menghargai loyalitas dan kinerja prajurit yang telah memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.






