Sepakbola

Lennart Karl Minta Maaf ke Bayern Munich Setelah Ungkap Minat ke Real Madrid

Advertisement

Pemain muda Bayern Munich, Lennart Karl, terpaksa meminta maaf kepada klubnya setelah secara terbuka menyatakan ketertarikannya pada Real Madrid. Pernyataan yang seharusnya menjadi rahasia itu bocor ke publik dan menimbulkan kegaduhan di kalangan petinggi klub asal Jerman tersebut.

Debut Gemilang dan Pernyataan Mengejutkan

Karl, yang merupakan jebolan akademi Bayern Munich, melakukan debut profesionalnya di Piala Dunia Antarklub 2025 dalam pertandingan melawan Auckland City yang berakhir dengan skor telak 10-0 untuk kemenangan Bayern. Penampilannya yang memukau dalam laga tersebut menarik perhatian banyak pihak. Sebagai gelandang serang, Karl kemudian dipercaya tampil dalam 20 pertandingan resmi lainnya bersama tim utama.

Pemain berusia 17 tahun itu juga mencatatkan namanya sebagai pencetak gol pertama Bayern ke gawang Arsenal di Liga Champions musim ini, meskipun timnya harus menelan kekalahan 1-3 pada pertandingan tersebut. Namun, di tengah performa apiknya, Karl membuat pernyataan yang mengejutkan.

Saat berbicara dengan penggemar Bayern di Burgsinn, Karl secara tidak sengaja mengungkapkan keinginannya untuk bermain di Real Madrid suatu saat nanti. Pernyataan ini, yang seharusnya bersifat pribadi, dengan cepat sampai ke telinga petinggi klub.

Advertisement

Respons Klub dan Permintaan Maaf

Situasi ini memicu kemarahan di internal Bayern Munich. Menyadari kesalahannya, Karl akhirnya memilih untuk meminta maaf kepada klub. Direktur olahraga Bayern Munich, Max Eberl, menanggapi insiden tersebut dengan menyatakan bahwa seorang pemain berusia 17 tahun berhak melakukan kesalahan.

“Dia datang menemui kami keesokan harinya dan berkata, ‘Saya merasa mengatakan sesuatu yang kurang tepat.’ Bagi kami, masalah ini sudah selesai; itu bukanlah masalah besar. Dia membuktikan dirinya di lapangan,” ujar Eberl, mengutip dari AS.

Menurut laporan Sport1, pemain muda berbakat tersebut tidak akan dikenai sanksi. Pihak Bayern Munich tampaknya memilih untuk menutup rapat masalah ini dan fokus pada perkembangan Karl di lapangan.

Advertisement