Banjir dan tanah longsor melanda Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyebabkan 14.437 jiwa terdampak. Bencana ini juga merenggut tiga korban jiwa, termasuk seorang balita yang ditemukan meninggal dunia tertutup lumpur dan ranting.
Detail Dampak Bencana
Menurut Kasi Kedaruratan BPBD Kudus, Ahmad Munaji, total jumlah terdampak mencapai 4.610 Kepala Keluarga (KK) dengan 14.437 jiwa. Ia menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat curah hujan yang tinggi, memicu meluapnya sejumlah sungai di Kudus, seperti Sungai Piji, Dawe, dan Gelis.
Wilayah yang terdampak banjir meliputi:
- 6 desa di Kecamatan Mejobo
- 2 desa di Kecamatan Kudus Kota
- 1 desa di Kecamatan Jekulo
- 5 desa di Kecamatan Kaliwungu
Longsor di Sejumlah Kecamatan
Sementara itu, tanah longsor juga terjadi di beberapa kecamatan. Di Kecamatan Dawe, tercatat 24 titik longsor di 10 desa. Kecamatan Gebog melaporkan 19 titik longsor di 2 desa, dan Kecamatan Bae terdapat 2 titik longsor di 1 desa.
Identitas Korban Jiwa
Tiga korban jiwa yang dilaporkan adalah:
- AW (27), warga Desa Bacin, Kecamatan Bae. Korban terseret arus sungai yang meluap pada Minggu (11/1/2026).
- S (45), warga Desa Menawan, Kecamatan Gebog. Korban tertimpa tebing longsor pada hari yang sama.
- INU (5 tahun), seorang anak yang hanyut di Sungai Perak, Desa Karangbener, Kecamatan Bae.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Semarang, Budiono, menyatakan bahwa korban INU ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tertutup material lumpur dan ranting yang terbawa arus.






