Berita

Warga Jaksel Sambut Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak, Harap Lalu Lintas Lancar

Advertisement

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera memulai pembongkaran 98 tiang monorel yang mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Langkah ini disambut baik oleh warga yang berharap kondisi lalu lintas di kawasan tersebut dapat membaik.

Salah seorang warga, Clara (30), mengungkapkan kekhawatirannya terhadap potensi kemacetan selama proses pembongkaran. “Sumpah udah ngebayangin itu titik macet soalnya, moga aja solusi gimana lah biar nggak macet pas bongkar,” ujarnya saat ditemui di kawasan Rasuna Said, Jaksel, Minggu (11/1/2026). Meski demikian, Clara mendukung penuh inisiatif Pemprov DKI ini demi estetika kota. “Ya mungkin dari Pak Gub (Pramono Anung) yang sekarang pengen lebih estetika ya oke lah. Daripada sekedar tiang mangkrak ya. Bagus juga kalau dibongkar, nggak ganggu pemandangan,” jelasnya.

Namun, Clara juga menyayangkan besarnya anggaran yang mungkin terbuang untuk proyek yang akhirnya dibongkar. “Bingung juga kalau dibongkar habisin dana miliaran tuh kayak sayang banget udah ditanem abis miliaran sekarang dibongkar lagi abis miliaran lagi. Capek banget sama model proyek-proyek gagal kayak gini,” keluhnya.

Warga lain, Rahma (23), turut berharap agar pembongkaran tidak memperparah kemacetan yang sudah kerap terjadi di Jalan Rasuna Said. “Jangan sampe memperparah macet sekitar situ,” katanya. Ia menambahkan, “Kayaknya emang kalo nggak akan difungsiin memang lebih baik dibongkar ya. Ntar jadi lega kelihatan. Aku sih pengennya jadi jalan aja, biat lebar, nggak macet.”

Kiki, seorang pekerja di kawasan Rasuna Said, juga mendukung pembongkaran tiang monorel. Ia menilai tiang-tiang tersebut memakan satu lajur kendaraan dan menjadi penyebab kemacetan. “Jujur di situ sering banget macet ya, karena ya tiang monorel itu sendiri udah makan 1 lajur kendaraan,” ungkapnya.

Advertisement

Pras (35), warga Jaksel yang sering melintas, berharap Jalan Rasuna Said pascapembongkaran dapat menyerupai Jalan Sudirman. Ia menilai tiang monorel tidak hanya menyebabkan kemacetan tetapi juga mengganggu pemandangan. “Alhamdulillah akhirnya mau dibongkar juga. Semoga jadi mirip kayak jalan Sudirman nggak ada pemisah lajur lambat dan cepat. Suka bikin macet soalnya, karena pada pindah lajur di titik tertentu kayak Patra Kuningan. Ditambah lagi ganggu pemandangan tiang-tiangnya,” tuturnya.

Dinas Bina Marga Pemprov DKI Jakarta menargetkan pembongkaran 98 tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said akan rampung pada September 2026. Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Dinar Wenny, menyatakan bahwa setelah pembongkaran, akan dilakukan penataan kawasan yang meliputi perbaikan jalan, trotoar, peningkatan sarana pejalan kaki, dan elemen pendukung lainnya seperti penerangan jalan umum.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, sebelumnya menjelaskan bahwa total anggaran sekitar Rp 100 miliar tidak hanya untuk pembongkaran tiang monorel, tetapi juga mencakup penataan ulang jalan dan trotoar di sepanjang sisi timur Jalan Rasuna Said. “Kita nata tentunya nata jalan, trotoar, kita tata semua itu pakai APBD. Karena kan itu (jalan-trotoar) asetnya aset kita. Jadi semuanya kita tata pakai APBD,” jelas Heru.

Advertisement