Berita

Sampah Tangsel Terkatung-katung Usai Pengolahan di Bogor Dihentikan Pemkab

Advertisement

Pemerintah Kabupaten Bogor menghentikan sementara kerja sama pengolahan sampah yang dikirim dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Keputusan ini diambil setelah ditemukan adanya aktivitas pengolahan yang tidak sesuai dengan perizinan dan persetujuan lingkungan.

Penghentian Aktivitas Pengolahan Sampah

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyatakan bahwa penghentian ini merupakan langkah perlindungan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. “Penghentian ini dilakukan menyusul ditemukannya aktivitas pengolahan sampah yang belum sesuai dengan perizinan dan persetujuan lingkungan yang dimiliki perusahaan, serta sebagai langkah perlindungan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar,” kata Rudy Susmanto dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026).

Setiap hari, sekitar 200 ton sampah dari Tangsel dikirim ke Kabupaten Bogor untuk diolah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap perizinan usaha, aspek dampak lingkungan, dan persetujuan masyarakat sekitar sebelum keputusan ini diambil.

Kepala DLH Kabupaten Bogor, Tengku Mulya, menjelaskan bahwa kerja sama antara Pemkot Tangsel dengan pihak swasta, Aspex Kumbong, dalam pengolahan sampah tersebut belum memenuhi izin yang dipersyaratkan. “Kegiatan pengolahan sampah domestik merupakan aktivitas berbeda dan belum berizin. Oleh karena itu, Pemkab Bogor secara bersama-sama menghentikan sementara aktivitas tersebut,” ujar Tengku Mulya.

Tangsel Cari Solusi Pengelolaan Sampah

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, mengakui adanya penghentian sementara tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya sedang berkomunikasi intensif dengan Pemkab Bogor. “Saat ini kami berkomunikasi dengan pemerintah daerah Kabupaten Bogor terkait kerja sama Tangsel dengan Aspex Kumbong,” kata Pilar kepada wartawan, Rabu (14/1/2026).

Pilar menegaskan bahwa perusahaan swasta yang bekerja sama dengan Pemkot Tangsel, Aspex Kumbong, sudah memiliki izin dari Kementerian Lingkungan Hidup sebagai tempat pengelolaan sampah. “Karena Aspex Kumbong sendiri memiliki perizinan dari Kementerian Lingkungan Hidup sebagai tempat pengelolaan sampah dengan alat. Tinggal nanti komunikasi terus kita bangun,” ucapnya.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat segera berjalan kembali setelah komunikasi membuahkan hasil. “Tapi insyaallah mudah-mudahan ada titik terang sampai kita bekerja sama sampah antara Tangsel dengan Aspex Kumbong ini bisa terus berjalan dengan baik. Tapi sejauh ini komunikasi terus dibangun. Insyaallah menemukan titik terang seperti itu dan mudah-mudahan ada berita baik dalam waktu yang dekat,” harap Pilar.

Advertisement

Sementara menunggu solusi, pengiriman sampah dari Tangsel dialihkan sementara ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cilowong, Serang, Banten. “Cilowong masih berjalan. Walaupun sekarang baru bisa 10 truk per hari,” tambah Pilar.

Tiga Wilayah Darurat Sampah di Tangsel

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengidentifikasi tiga wilayah yang paling kritis dalam penanganan sampah di Tangsel, yaitu Ciputat, Ciputat Timur, dan Serpong. Wilayah lain seperti Pamulang, Pondok Aren, dan Serpong Utara juga menghadapi tantangan serupa.

Untuk mengatasi masalah ini, Pemkot Tangsel berencana menggencarkan program bank sampah dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R). Saat ini, baru 54 bank sampah/TPS3R yang terbentuk di Tangsel, dengan 36 di antaranya aktif beroperasi.

Benyamin Davnie menyatakan telah berkomunikasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk mendapatkan pendampingan dalam pembentukan dan optimalisasi bank sampah serta TPS3R. “Mereka nanti akan menempatkan di tujuh kecamatan ini sejumlah pegawai dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk membantu memfasilitasi pembentukan bank sampah misalnya, mencatat, mendokumentasikan TPS 3R, titik-titik kritis soal sampah di tiap wilayah seperti itu,” jelas Benyamin.

Langkah ini merupakan komitmen pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Banten untuk membenahi penanganan sampah di Tangerang Selatan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.

Advertisement