Pemerintah Kota Serang kembali menerima pengiriman sampah dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong. Tangsel kini mengirimkan 10 truk sampah setiap harinya ke TPAS Cilowong.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang, Farach Richi, mengonfirmasi bahwa pengiriman sampah telah berjalan kembali sejak tiga hingga empat hari lalu. Ia menjelaskan bahwa penghentian sementara yang terjadi sebelumnya merupakan bagian dari upaya menjaring masukan dari masyarakat.
Evaluasi dan Perbaikan Menjadi Kunci
“Itu adalah evaluasi atas masukan-masukan dari masyarakat. Atas masukan itu, kita lakukan pembenahan-pembenahan,” ujar Farach, Selasa (13/1/2026). Menurutnya, penghentian sementara tersebut hanya berlangsung selama dua hari. Setelah periode tersebut, perbaikan dilakukan dan pengiriman sampah dilanjutkan sesuai dengan perjanjian kerja sama (PKS) yang telah disepakati.
“Setelah dua hari pembenahan itu selesai, maka dilanjutkan,” katanya. Ia menambahkan, “Kalau proses itu kan berkelanjutan, tidak bisa kayak makan cabai rawit, langsung selesai. Memang sudah dilakukan perbaikan, seperti bak lindi diperbarui.”
Aspirasi Warga Diterima, Dialog Dibuka
Sebelumnya, penolakan terhadap sampah dari Tangsel sempat disampaikan oleh warga. Sekretaris Daerah Kota Serang, Nanang Saefudin, menyatakan bahwa Pemerintah Kota Serang menerima aspirasi tersebut dan berkomitmen membuka ruang dialog dengan warga yang menolak maupun yang menerima kebijakan penerimaan sampah.
Nanang mengaku telah mendengar berbagai keluhan warga selama masa uji coba penerimaan sampah dari Tangsel. “Kami membuka ruang dialog dengan masyarakat untuk melihat apa saja dampak dari perjanjian kerja sama itu. Misalnya, ada mobil truk Tangsel yang sebagian sudah bagus, sebagian masih rusak, bau air lindi masih ada. Ini menjadi bahan perbaikan ke depan agar proses perjanjian kerja sama ini bisa berjalan dengan baik,” jelasnya pada Selasa (6/1).
Pengawasan Ketat Terhadap Kualitas Pengiriman
Ketua Satgas Investasi Kota Serang, Wahyu Nurjamil, menambahkan bahwa selama audiensi, sejumlah keterangan telah diperoleh terkait kondisi truk pengangkut hingga persoalan air lindi yang masih menetes. “Berdasarkan pengawasan, termasuk dari masyarakat yang secara sukarela ikut mengawasi, disampaikan bahwa mobilnya baru. Kedua, soal terpal, ketika ditemukan tidak layak langsung diganti baru. Kemudian air lindi, di tampungan masih ada yang tercecer. Kami juga memastikan sampah yang dibawa ke Kota Serang adalah sampah baru, bukan timbunan,” ungkap Wahyu.






