Berita

Rambu Pemisah Pesepeda-Pejalan Kaki di CFD HI Hadir, Warga Minta Diperbanyak

Advertisement

Jakarta – Rambu lalu lintas pemisah antara pejalan kaki dan pesepeda kini terpasang di area Car Free Day (CFD) Bundaran HI, Jakarta Pusat. Keberadaan rambu ini bertujuan untuk mencegah pesepeda dan pejalan kaki bersinggungan saat beraktivitas di jalur CFD.

Pantauan di lokasi pada Minggu (11/1/2026) menunjukkan rambu berwarna biru bergambar sepeda dengan penunjuk arah ke kanan, serta gambar pejalan kaki dengan penunjuk arah ke kiri, ditempatkan di sisi selatan Monumen Selamat Datang, sebelum Halte Tosari. Pesepeda diarahkan menggunakan jalur di sebelah kanan, yang bersebelahan dengan jalur TransJakarta, sementara pejalan kaki dialihkan ke tiga jalur di sisi sebelahnya.

Selanjutnya, traffic cone dipasang berderet ke arah selatan menuju Senayan setelah rambu lalu lintas tersebut.

Respons Pengguna CFD

Seorang pesepeda bernama Buyung menyambut baik ide pemasangan rambu tersebut. Menurutnya, rambu ini berfungsi sebagai pengingat bagi pengguna jalur CFD. “Bagus, paling nggak ngingetin orang-orang yang jalan atau yang lari. Tapi karena kan rambunya cuma di sini, jadi kalau makin banyak makin bagus, malah buat makin ngingetin bahwa emang sebelah kanan tuh buat sepeda. Karena kan kita yang naik sepeda kadang-kadang suka keganggu juga nih orang lari di sebelah kanan,” ujar Buyung.

Buyung juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap pejalan kaki atau pelari yang tiba-tiba berpindah jalur ke sisi kanan. Ia menilai hal ini dapat membahayakan pesepeda. “Cuma yang paling bahaya tuh kalau orang ngejebrak gitu loh. Kadang-kadang orang tuh nyebrang , kita di belakang sudah tahu nih depannya ada ini. Kalau dari samping, orang tuh kadang-kadang nggak melihat kalau di sini ada sepeda. Itu yang paling bahaya. Tiba-tiba orang lompat gitu kan. Kadang-kadang ada yang bawa anak kecil gitu-gitu,” tuturnya. “Memang ngeri juga. Sudah beberapa kali saya hampir nabrak orang cuma karena nyeberang ,” imbuhnya.

Advertisement

Pesepeda lain, Ichsan, menilai rambu pemisah ini efektif. Ia mengamati pesepeda cenderung lebih tertib mematuhi rambu, namun pejalan kaki masih banyak terlihat di jalur yang seharusnya diperuntukkan bagi pesepeda. “Kita kan penginnya sepedaan lancar. Kadang ada orang yang nggak terima kalau diklakson kring-kring gitu, ada aja itu. Kalau ada rambu ini harusnya jadi sama-sama tahu jalannya di mana,” kata Ichsan.

Ichsan berharap rambu dan traffic cone dapat diperbanyak selama CFD berlangsung agar kesadaran pengguna jalur meningkat. “Inginnya kita lancar, jadi harus lebih dibanyakin kali ya supaya orang juga sadar. Soalnya sekarang di sini ada rambu, di sana udah nggak ada,” harapnya.

Sementara itu, Adit, seorang pejalan kaki, berpendapat rambu lalu lintas tersebut sangat baik diterapkan saat CFD. Ia mengaku sering merasa was-was jika ada pesepeda melintas di belakangnya saat berlari. “Bagus ya ada itu, kadang was-was kalau di belakang ada sepeda, takut ketabrak atau kita tiba-tiba kesenggol. Apalagi kalau udah kring-kring pas di belakang kita, tadi sempat ngalamin juga kayak gitu,” ungkap Adit.

Adit menekankan pentingnya kepatuhan terhadap rambu lalu lintas demi kenyamanan bersama. Ia menambahkan bahwa setiap pengunjung CFD memiliki keinginan untuk menikmati suasana dan berolahraga. “Kadang kan orang juga pengin menikmati CFD dengan ini ya, dengan sarananya sendiri gitu ya. Biar sama-sama menikmati juga. Kita sendiri yang mungkin paham ya, semua pengin ngerasain Jakarta, apalagi cuaca lagi bagus ini,” pungkasnya.

Advertisement