Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan perdana ke Ibu Kota Nusantara (IKN) setelah resmi menjabat sebagai kepala negara. Dalam lawatannya, Prabowo menyampaikan sejumlah catatan perbaikan dan menekankan perlunya percepatan pembangunan di kawasan strategis tersebut.
Kunjungan Singkat di IKN
Menurut catatan detikcom, Rabu (14/1/2026), Prabowo tiba di IKN pada Senin (12/1) sore. Kedatangannya ke IKN merupakan bagian dari rangkaian kunjungannya di Kalimantan, setelah sebelumnya meresmikan Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dan kilang terintegrasi RDMP Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur. Presiden Prabowo bermalam di kawasan IKN.
Saat tiba, Prabowo disambut oleh pejabat yang telah menanti, termasuk Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono. Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan ini adalah Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Kepala Badan Komunikasi Kepresidenan Angga Raka Prabowo, serta Sekretaris Pribadi Presiden Letkol Teddy Indra Wijaya yang sudah berada di lokasi lebih awal.
Catatan Perbaikan dan Percepatan
Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo mendengarkan paparan mengenai perkembangan pembangunan IKN dari Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono. Setelah mendengarkan paparan tersebut, Prabowo memberikan sejumlah koreksi dan masukan.
Hal ini diungkapkan oleh Mensesneg Prasetyo Hadi dalam keterangan persnya kepada wartawan di SMA Taruna Nusantara, Malang, Jawa Timur, pada Selasa (13/1). Prasetyo menjelaskan bahwa koreksi tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat internal yang dihadiri oleh beberapa menteri.
“Bapak Presiden memang sejak awal memberikan penekanan untuk percepatan proses pembangunan fasilitas yang akan dipergunakan untuk legislatif maupun yudikatif yang harapannya bisa selesai di tahun 2028,” ujar Prasetyo.
Prasetyo menambahkan bahwa dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo memberikan koreksi terkait desain hingga fungsi fasilitas yang sedang dibangun. “Jadi tadi masih ada beberapa hal yang Bapak Presiden memberikan koreksi terhadap pertama, misalnya, mengenai desain, mengenai fungsi dan diminta terus menerus OIKN dan Kementerian PU untuk memperbaiki,” kata Prasetyo.
Mensesneg menegaskan bahwa catatan yang diberikan Presiden Prabowo bertujuan untuk perbaikan dan percepatan pembangunan IKN. “Catatannya adalah untuk perbaikan dan percepatan,” pungkas Prasetyo.






