Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hari ini, Rabu (14/1/2026), memulai pembongkaran tiang-tiang monorel yang telah lama mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan yang mungkin timbul akibat kegiatan ini.
Rekayasa Lalu Lintas Dimulai Pagi Hari
Dishub DKI Jakarta mengumumkan melalui akun Instagram resminya bahwa rekayasa lalu lintas akan diterapkan mulai pukul 08.30 WIB hingga pekerjaan selesai. “Sehubungan dengan adanya groundbreaking pekerjaan pembongkaran tiang monorail di Jalan H.R. Rasuna Said sisi timur kota administrasi Jakarta Selatan, Dishub DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas pada tanggal 14 Januari 2026 mulai pukul 08.30 WIB sampai selesai,” demikian pernyataan resmi Dishub DKI Jakarta.
Lokasi pembongkaran tiang monorel ini membentang di sisi timur Jalan HR Rasuna Said, dimulai dari setelah Jalan Gembira hingga persimpangan Jalan Jenderal Gatot Subroto di kawasan Kuningan.
Penutupan Jalur Lambat
Selama proses groundbreaking pembongkaran berlangsung, jalur lambat di Jalan HR Rasuna Said sisi timur akan ditutup. “Selama groundbreaking berlangsung akan dilakukan penutupan jalur lambat Jalan HR Rasuna Said sisi timur dari ujung utara jalur lambat sampai dengan bukaan pertama jalur cepat menuju jalur lambat,” jelas Dishub DKI Jakarta.
Masyarakat pengguna jalan diimbau untuk menghindari ruas jalan tersebut dan mengikuti pengaturan lalu lintas yang telah ditetapkan oleh petugas di lapangan. Keselamatan diutamakan selama kegiatan berlangsung.
Pembongkaran Tetap Berjalan
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa pembongkaran tiang monorel yang mangkrak akan tetap dilaksanakan hari ini. Keputusan ini diambil meskipun sempat muncul pernyataan dari pihak PT Adhi Karya (Persero) Tbk yang mengindikasikan masih adanya pembahasan dengan Pemprov DKI Jakarta.
“Udah kita surati dari dulu-dulu dan udah, pokoknya besok kita bongkar lah. Dan mohon doanya mudah-mudahan berjalan lancar,” ujar Pramono di Jakarta Pusat pada Selasa (13/1/2026). Ia menambahkan bahwa pembongkaran akan dilakukan pada pagi hari dan informasi teknis mengenai waktu serta rekayasa lalu lintas akan disampaikan kepada publik.






