Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Yandri Susanto membagikan filosofi kepemimpinannya yang berakar kuat pada pengalaman masa kecilnya di desa tertinggal di Bengkulu. Ia menegaskan komitmennya untuk membangun Indonesia dimulai dari desa.
Perjuangan Masa Kecil di Desa Tertinggal
Yandri Susanto lahir pada tahun 1974 di Palak Siring, Bengkulu, sebuah desa yang kala itu masih sangat terisolasi. Ia mengenang betapa minimnya fasilitas dasar yang tersedia. “Saya lahir di desa tertinggal 1974 di Palak Siring Bengkulu. Tidak ada listrik, tidak ada jembatan di sungainya, tidak ada kamar mandi, tidak ada sinyal, sinyal baru masuk tahun 2004 kemarin. Listrik baru masuk tahun 2000. Saya lahir 74, jadi saya tamat kuliah pun tidak ada listrik di kampung saya,” ungkap Yandri saat berbincang dengan detikcom pada Selasa (13/1/2026).
Pengalaman hidup di tengah keterbatasan tersebut membentuk pemahaman mendalam Yandri tentang realitas masyarakat desa. Ia merasa bersyukur atas kesempatan yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).
Tagline ‘Bangun Desa, Bangun Indonesia’
Yandri menyatakan bahwa latar belakangnya sebagai ‘orang desa’ memberikannya perspektif unik dalam merumuskan kebijakan. “Jadi saya terima kasih kepada Pak Presiden Prabowo yang memang menempatkan Menteri Desa dari desa yang desa tertinggal, jadi saya paham wajah orang desa, bilamana kita sentuh dengan sebuah kebijakan yang pro, dan bisa membuat mereka bangkit, insyaallah mereka mau, itu saya bangun,” tuturnya.
Untuk memahami secara langsung kondisi di lapangan, Yandri sering melakukan kunjungan kerja dan menginap di desa-desa. Hal ini dilakukannya untuk memantau perkembangan masyarakat dan infrastruktur secara langsung. Dari upaya inilah lahir tagline andalannya, ‘Bangun desa, bangun Indonesia’.
Ia menjelaskan bahwa kemajuan desa akan berimplikasi positif secara berjenjang. “Kalau semua desa bagus pastilah, kecamatan maju, bagus modern berkembang. Kalau Kecamatan maju semua, maka sebuah kabupaten maju, dan berkembang, bagus membanggakan. Kalau kabupaten sudah berkembang bagus otomatis provinsi bagus,” paparnya.
Lebih lanjut, Yandri menekankan pentingnya pembangunan desa untuk mencegah fenomena urbanisasi berlebihan yang terjadi di negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan. “Jadi kalau desa nggak diurus, berbahaya bagi sebuah negara,” pungkasnya.
Simak Video ‘Mendes Bicara Persiapan Peringatan Hari Desa 2026’:
[Gambas:Video 20detik]






