Polisi masih terus mendalami kasus penganiayaan yang berujung pada kematian seorang warga di Tapos, Kota Depok, yang diduga melibatkan oknum anggota TNI AL. Hingga kini, sebanyak 12 saksi telah diperiksa untuk menguak tabir peristiwa tersebut.
“Hingga saat ini, pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap 12 orang saksi, termasuk Ketua RT setempat, guna mengungkap secara jelas peristiwa tersebut,” ujar Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi kepada wartawan, Rabu (7/1/2026).
Dalam perkembangannya, Humas Polres Metro Depok meralat informasi awal terkait dugaan keterlibatan korban dalam transaksi ilegal. Made Budi menjelaskan bahwa informasi tersebut masih minim data pendukung dan tengah dalam proses pendalaman.
“Sehubungan dengan informasi yang sebelumnya disampaikan kepada publik, Humas Polres Metro Depok meralat pernyataan terkait dugaan keberadaan para korban di lokasi kejadian yang disebut-sebut berkaitan dengan transaksi ilegal,” jelasnya.
“Setelah dilakukan pendalaman, informasi tersebut belum terbukti kebenarannya dan disampaikan dalam kondisi yang masih terlalu dini serta minim data pendukung,” tambah Made Budi.
Atas ketidakakuratan informasi yang sempat beredar, Humas Polres Metro Depok menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban dan masyarakat.
“Atas hal tersebut, Humas Polres Metro Depok menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban dan masyarakat atas ketidakakuratan informasi yang sempat beredar,” tuturnya.
Made Budi menegaskan komitmen Polres Metro Depok untuk mengungkap kasus ini secara terang benderang. “Ke depan, Polres Metro Depok berkomitmen untuk menyampaikan informasi secara lebih cermat, akurat, dan berdasarkan fakta hasil penyelidikan,” tutupnya.
Peristiwa penganiayaan yang menimpa WAT (24) dan DN (39) ini terjadi di wilayah Sukatani, Tapos, Depok, pada Jumat (2/1) dini hari. Kedua korban diduga dianiaya saat berada di dalam mobil boks. Mereka kemudian dilarikan ke RS Brimob Kelapa Dua, Kota Depok. Sayangnya, korban berinisial WAT meninggal dunia saat menjalani perawatan, sementara korban lainnya masih dalam pemulihan.
Respons TNI AL
Di sisi lain, Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksma Tunggul menyampaikan belasungkawa atas insiden tersebut. Ia juga menyayangkan peristiwa ini dapat terjadi.
“TNI AL menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban terkait insiden penganiayaan yang terjadi,” ungkap Tunggul.
“TNI AL menyayangkan terjadinya insiden ini dan menegaskan bahwa proses hukum akan dilakukan secara transparan dan profesional serta akan mengawal kasus ini hingga tuntas,” imbuhnya.
Tunggul memastikan bahwa oknum anggota TNI AL yang diduga terlibat, Serda M, saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh Polisi Militer Kodaeral III.
“Saat ini, Serda M sedang menjalani proses pemeriksaan intensif atas perbuatannya secara hukum militer,” ujarnya.






