Amerika Serikat (AS) dalam tiga minggu terakhir melancarkan serangkaian aksi yang memicu perhatian internasional. Tindakan tersebut meliputi serangan militer ke Venezuela yang berujung penangkapan Presiden Nicolas Maduro, serta wacana pencaplokan Greenland.
Serangan AS ke Venezuela dan Penangkapan Maduro
Operasi militer AS di Venezuela pada Sabtu (3/1/2026) dilaporkan menewaskan sedikitnya 100 orang dan melukai puluhan lainnya. Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello, mengungkapkan jumlah korban jiwa tersebut, melengkapi laporan awal otoritas Venezuela mengenai tentara yang tewas dalam penyerbuan ibu kota Caracas oleh pasukan khusus AS.
Penangkapan Maduro, yang didasarkan pada dakwaan AS terkait terorisme narkoba, konspirasi impor kokain, serta kepemilikan senjata api, memicu protes keras dari Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez. Melalui siaran televisi, Rodriguez mengecam aksi AS sebagai ‘penculikan’ dan menuntut pembebasan Presiden Maduro beserta istrinya, Cilia Flores.
Kecaman serupa datang dari Rusia, China, dan sekutu regional Amerika Latin. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres turut menyuarakan kekhawatiran, menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB dalam menjaga perdamaian global.
Ambisi AS Menguasai Greenland
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump dikabarkan tengah menjajaki berbagai opsi untuk menguasai Greenland, wilayah milik Denmark. Opsi tersebut berkisar dari pembelian hingga agresi militer.
“Presiden dan timnya sedang membahas berbagai opsi untuk mengejar tujuan kebijakan luar negeri yang penting ini, dan tentu saja, penggunaan militer AS selalu menjadi pilihan yang tersedia bagi panglima tertinggi,” ujar Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt, seperti dilansir AFP, Rabu (7/1/2026).
Menanggapi ambisi AS tersebut, enam negara anggota NATO, yaitu Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris, bersama Denmark, menyerukan penghormatan terhadap kedaulatan, integritas teritorial, dan keutuhan perbatasan Greenland. Pernyataan bersama ini disampaikan dalam menanggapi aksi ‘cowboy’ Trump yang dinilai mengacak-acak ketenangan militer internasional.
Isu Domestik dan Investasi
Selain isu internasional, detikSore juga akan mengulas beberapa kabar domestik. Salah satunya adalah kasus tewasnya seorang mahasiswi di Tomohon, Sulawesi Utara, yang diduga terkait pelecehan seksual oleh oknum dosen Universitas Negeri Manado (Unima). Dirreskrimum Polda Sulut AKBP Suryadi menyatakan bahwa pihaknya tengah menganalisis komunikasi korban melalui ponsel untuk mendalami kasus ini.
Berita lainnya datang dari Jawa Timur, yang melaporkan 62 kasus super flu atau virus influenza A (H3N2) subclade K, dengan 18 kasus di antaranya terjadi di Jawa Timur. Mayoritas penderita berasal dari kelompok usia muda. Kepala Dinkes Jatim dr Erwin Ashta Triyono mengonfirmasi kasus ini ditemukan pada periode akhir 2025.
Pada segmen investasi, detikSore akan membahas ‘Dilema Literasi Keuangan di Era Digital’. Diskusi ini akan fokus pada cara meningkatkan informasi dan pendidikan keuangan tanpa terjerumus dalam kejahatan digital, mengingat maraknya misinformasi dan hoaks edukasi keuangan.
Ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom disiarkan secara langsung (live streaming) setiap Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Acara ini juga menyajikan analisis pergerakan pasar saham jelang penutupan IHSG.






