Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Yandri Susanto menekankan krusialnya peran desa dalam menjaga ketahanan sebuah negara. Ia menyoroti potensi bahaya jika desa tidak dikelola dengan baik, mengacu pada kondisi Jepang saat ini.
Jepang sebagai Peringatan
Yandri mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena urbanisasi yang masif di Jepang, di mana 94% desa dilaporkan kosong ditinggalkan penduduknya. “Kita tidak mau kayak Jepang hari ini, Jepang 94% desa di Jepang kosong. Urbanisasi, mereka meninggalkan desa-desa semua, ini jangan sampai terjadi di Indonesia. Karena suka tidak suka, desa itu sangat menentukan daya tahan sebuah bangsa,” ujar Yandri saat berbincang dengan detikcom, Selasa (13/1/2026).
Ia menambahkan bahwa akibat minimnya perhatian terhadap desa, Jepang kini menghadapi tantangan ekonomi negatif dan masalah pangan yang signifikan. Hal ini menjadi pelajaran penting bagi Indonesia.
Apresiasi untuk Asta Cita Presiden Prabowo
Dalam kesempatan yang sama, Yandri Susanto memberikan apresiasi tinggi terhadap visi pembangunan Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada poin Asta Cita keenam yang berfokus pada pembangunan dari desa dan pinggiran untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.
“Maka sudah bener Pak Presiden itu menempatkan Asta Cita ke-6, membangun dari desa dan bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan, sangat luar biasa Asta Cita ke-6,” tuturnya.
Urgensi Kerja Sama dalam Pengelolaan Desa
Lebih lanjut, Yandri menegaskan bahwa pengelolaan desa yang efektif memerlukan sinergi dan kerja sama dari berbagai pihak. “Jadi kalau desa nggak diurus berbahaya bagi sebuah negara, maka mengurus desa perlu tadi kerja sama,” pungkasnya.






