Selebriti

Mediasi Kedua Denada dan Ressa yang Mengaku Anak Kandung Digelar Hari Ini

Advertisement

Proses mediasi kedua antara penyanyi Denada dengan seorang remaja bernama Ressa Rizky Rossano (24), yang mengaku sebagai anak kandungnya, dijadwalkan berlangsung hari ini, Kamis, 15 Januari 2026. Ressa juga mengajukan gugatan terhadap Denada terkait pengakuan ini. Mediasi pertama yang seharusnya digelar pada 8 Januari 2026 tidak dihadiri oleh Denada.

Proses Mediasi dan Potensi Putusan Verstek

Humas Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, Yoga Pradana, menjelaskan bahwa mediasi kedua ini krusial. “Itu tanggal pertama mediasi di tanggal 8 Januari 2026. Dan dijadwalkan kembali mediasi yang kedua insyaallah tanggal 15 Januari. Sementara yang hadir kemarin dalam laporan tertulis semua pihak,” terang Yoga Pradana, Selasa (13/1/2026), seperti dikutip detikJatim.

Ia menekankan pentingnya kehadiran kedua belah pihak secara langsung dalam mediasi. “Jika tidak hadir nanti perkaranya bisa diputus secara verstek, ya kalau ada kuasa hukumnya bisa jadi gak verstek dan ini kuasa khusus untuk mediasi. Namun, prinsipnya itu wajib hadir in person kecuali kalau ada alasan kuat untuk tidak hadir,” tegasnya.

PN Banyuwangi berkomitmen memproses perkara ini secara profesional hingga tercapai titik temu antara Denada dan Ressa.

Sikap Denada dan Pernyataan Manajemen

Hingga kini, Denada belum memberikan pernyataan langsung mengenai isu ini. Namun, melalui manajemennya, Risna Ories, telah menyampaikan tanggapan.

Advertisement

“Saya Risna Ories selaku perwakilan dari Management Denada, menyampaikan: sangat prihatin atas isu publik yang berkembang, yang sebenarnya ini adalah ranah keluarga, karena bagaimanapun juga semua keluarga memiliki privasi, setiap keluarga punya cerita,” tulisnya dalam keterangan resmi yang diterima detikcom, Senin (12/1/2026).

Manajemen Denada menyatakan bahwa situasi ini tidak mudah bagi sang penyanyi. Mereka juga berusaha memahami berbagai reaksi dan pertanyaan yang muncul di publik. Denada telah menyerahkan sepenuhnya masalah ini kepada tim pengacaranya.

Risna Ories memohon pengertian publik untuk memberikan ruang dan waktu bagi Denada. “Untuk menjaga ketenangan dan kejelasan informasi, kami mohon pengertian agar diberikan ruang dan waktu bagi Denada untuk menelaah perkara ini secara proporsional dan tetap mempertimbangkan kebaikan semua pihak,” ujar Risna Ories.

Advertisement