Gubernur Banten, Andra Soni, melaporkan peningkatan signifikan dalam luas lahan pertanian padi di Provinsi Banten sepanjang tahun 2025. Ia menyebutkan bahwa angka produksi padi mengalami kenaikan sebesar 16,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan Luas Panen dan Produksi
“Kami juga menyampaikan bahwa luas panen Provinsi Banten pada tahun 2025 meningkat sebesar 16,76 persen, dari sebelumnya sekitar 299 ribu hektare menjadi 349.228 hektare,” ujar Andra Soni di Kota Serang, Rabu (7/1/2026).
Lebih lanjut, Andra memaparkan data produksi padi. “Kemudian, produksi padi pada tahun 2024 sekitar 1,5 juta ton, dan pada tahun 2025 meningkat 16,84 persen menjadi sekitar 1,8 juta ton,” sambungnya.
Capaian ini membuat Banten mengalami surplus produksi beras sebanyak 261 ribu ton pada tahun 2025. Menurut Andra, keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Faktor Pendukung Peningkatan Produksi
Andra Soni menjelaskan bahwa semangat petani dalam menanam padi turut terdorong oleh penurunan harga pupuk serta kenaikan harga pembelian gabah. “Selain itu, perbaikan-perbaikan irigasi yang dilakukan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah, juga sangat mempengaruhi peningkatan produksi beras di Provinsi Banten,” ujarnya.
Jaminan Perlindungan Lahan Pertanian
Gubernur Banten juga menjamin perlindungan terhadap lahan pertanian meskipun Banten membuka peluang investasi di sektor industri. “Kita sudah memiliki RTRW dan juga Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Kita konsisten dengan kebijakan tersebut dan akan terus mempertahankannya,” tegasnya.
Upaya Perluasan Lahan Pertanian di 2026
Menatap tahun 2026, Andra Soni berharap hasil pertanian di Banten dapat terus meningkat. Ia bersama instansi terkait akan berupaya melakukan perluasan lahan pertanian. “Sedang kita upayakan pencetakan sawah baru yang akan dilakukan bersama-sama dengan Forkopimda. Insyaallah akan kita laksanakan,” pungkasnya.






