JAKARTA, Jumat, 09 Januari 2026 – Tumpukan sampah yang menggunung di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mulai dibersihkan dengan pengerahan sepuluh truk armada. Upaya ini dilakukan untuk mengatasi keluhan warga terkait kondisi lingkungan pasar.
Manager Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun, menyatakan bahwa penambahan armada ini merupakan hasil koordinasi lintas instansi. “Alhamdulillah, sekarang ini, sudah ada tambahan armada, baik dari Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) Badan Air maupun dari Dinas Lingkungan Hidup. Hari ini, sudah tercatat hampir 10 armada yang masuk dari rencana 20 armada yang disiapkan,” kata Agus, dilansir Antara, Kamis (8/1/2026).
Pembersihan dilakukan oleh personel dan armada truk dari jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta. Jumlah armada hari ini meningkat signifikan dibandingkan sebelumnya, yang maksimal hanya delapan truk per hari. Dukungan lintas instansi memungkinkan penambahan armada ini.
Sejak pagi, puluhan personel kebersihan bersama armada truk pengangkut telah dikerahkan untuk mempercepat proses pengosongan gunungan sampah yang telah lama dikeluhkan warga. Aktivitas bongkar muat sampah berlangsung sejak pukul 05.30 WIB.
Petugas dari DLH DKI Jakarta, dibantu oleh UPK Badan Air dan pengelola pasar, bekerja bergantian mengeruk sampah yang menumpuk tinggi di area belakang pasar. Sejumlah alat berat juga disiagakan untuk mempercepat pengangkutan, mengingat volume sampah yang menggunung tidak memungkinkan jika hanya ditangani secara manual.
Agus menegaskan bahwa operasi hari ini difokuskan pada penanganan tumpukan sampah yang sudah mengeras dan menimbulkan bau menyengat. “Hari ini, kita berfokus pada penanganan gunungan sampah yang sekarang ada. Setelah itu, baru akan kita koordinasikan lagi untuk memastikan setiap harinya,” ucap Agus.
Operasi pengangkutan berskala besar ini diharapkan dapat segera memulihkan kualitas lingkungan pasar. Koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah harian agar tidak terjadi penumpukan kembali.
Meskipun ada kegiatan pengangkutan, aktivitas perdagangan di Pasar Induk Kramat Jati tetap berjalan normal. Petugas memastikan alur lalu lintas di dalam pasar tertib agar truk pengangkut tidak mengganggu distribusi barang. Para pedagang juga diimbau untuk membuang sampah pada tempat dan waktu yang telah ditentukan.
Penumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati sempat memicu keluhan warga sekitar dan kekhawatiran dampak kesehatan serta kenyamanan lingkungan. Permasalahan bau sampah, yang didominasi sampah sayuran busuk, telah terjadi selama bertahun-tahun.






