Jakarta – Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat masih mendalami pemeriksaan terhadap dua terduga pelaku pencabulan terhadap remaja di Kembangan, Jakarta Barat. Keduanya, yang diidentifikasi sebagai FNS (18) dan ZHR (18), diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat pada Rabu (14/1/2026) pagi.
Status hukum kedua terduga pelaku belum ditetapkan. “Belum (tersangka), masih pemeriksaan. Mudah-mudahan secepatnya,” ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Arfan Zulkan Sipayung, Rabu (14/1/2026).
Motif di balik aksi pelecehan seksual ini masih terus didalami oleh penyidik. Selain itu, peran masing-masing pelaku dalam kejadian tersebut juga tengah dikembangkan. “Ini masih pengembangan, karena baru diserahkan (Polsek) Kembangan ke kami,” jelas Arfan.
Aksi kedua pelaku terekam oleh kamera CCTV di kawasan Meruya Selatan. Ketua RT 09 RW 03 Meruya Selatan, Pijai Sapudin, mengonfirmasi bahwa pelaku berjumlah dua orang dan terekam melakukan perbuatan tersebut sebanyak dua kali di lokasi yang sama. “Ini kemarin, ada orang yang sama terekam dua kali di CCTV, melakukan begal payudara di depan Musala Baitul Ghufron Jalan H Sodon, Meruya Selatan,” kata Pijai, Selasa (13/1).
Perbuatan pelaku ini menimbulkan keresahan di kalangan warga dan trauma bagi para korban. “Warga saya, orang ngontrak, pulang sekolah anaknya nangis, tadinya tak mau cerita, mungkin malu. Baru cerita hari ini, pas ditanya orang tuanya,” ungkap Pijai.
Pihak warga merasa prihatin dan khawatir akan dampak psikologis yang ditimbulkan. “Bahaya ini. Kalau tak ditangkap, pelaku bisa bikin mental anak terganggu,” tegasnya.






