Bogor, Jawa Barat – Warga di wilayah barat Kabupaten Bogor menggelar aksi unjuk rasa yang berujung kericuhan pada Senin (12/1/2026). Salah satu tuntutan utama massa adalah pembangunan jalur khusus untuk kendaraan tambang guna memisahkan lalu lintas dengan masyarakat umum.
Anggaran Pembebasan Lahan Telah Disiapkan
Menanggapi aspirasi warga, Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyatakan bahwa pembebasan lahan untuk jalur tambang tersebut telah dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor tahun 2026. “Pembebasan lahan jalur tambang telah dianggarkan dalam postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor tahun 2026,” ujar Rudy dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026).
Langkah ini diambil untuk meningkatkan keselamatan, ketenangan, dan kenyamanan masyarakat dengan memisahkan secara tegas antara jalur kendaraan tambang dan masyarakat umum.
Solusi Nyata dan Berkelanjutan
Rudy Susmanto menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menyediakan solusi nyata dan berkelanjutan. “Pembebasan lahan jalur khusus tambang akan segera dilakukan sebagai solusi nyata dan berkelanjutan. Seluruh proses akan dilaksanakan secara transparan, melibatkan berbagai pihak terkait, serta memperhatikan aspek hukum, sosial, dan lingkungan,” ungkapnya.
Jalur tambang yang direncanakan memiliki panjang 13 kilometer dan akan membentang melintasi Kecamatan Cigudeg hingga Rumpin. Bupati Rudy terus membuka ruang dialog dengan masyarakat dan pelaku usaha tambang untuk mencapai solusi yang dapat memfasilitasi semua pihak.
Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi
Lebih lanjut, Rudy Susmanto menjelaskan bahwa komunikasi intensif telah terjalin dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait operasional tambang di wilayah Bogor barat. “Sejak beberapa bulan terakhir kami terus berkomunikasi secara intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait operasional tambang di wilayah Bogor barat. Alhamdulillah, respons dari Bapak Gubernur Jawa Barat sangat baik dan konstruktif,” katanya.
Sebelumnya, aksi unjuk rasa di Kantor Kecamatan Cigudeg sempat diwarnai kericuhan. Massa melakukan perusakan fasilitas kantor dan memblokir jalan sebagai bentuk protes.






