Menteri Pertanian Amran Sulaiman melaporkan dampak bencana dahsyat yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Ia merinci bahwa sedikitnya 107.400 hektare lahan sawah mengalami kerusakan, sementara 820 ribu ekor ternak dilaporkan mati atau hilang.
Rincian Kerusakan Lahan dan Ternak
Dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu (14/1/2026), Amran memaparkan data terkini. “Pertama, berdasarkan data per tanggal 13 Januari 2026 sawah yang terdampak bencana di ketiga provinsi mencapai 107.400 hektare, yang terdiri atas sawah rusak ringan 56.100 hektare, rusak sedang 22.200 hektare, rusak berat 29.100 hektare,” ujar Amran.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa tanaman padi dan jagung di Sumatera yang mengalami gagal panen akibat bencana mencapai 44.600 hektare. Selain itu, lahan perkebunan seluas 29.300 hektare yang mencakup tanaman kopi, kakao, dan kelapa, juga terdampak.
“Sedangkan jumlah ternak mati hilang untuk jenis ternak sapi, kerbau, kambing, domba, unggas, mencapai lebih 820 ribu ekor,” sambung Amran. Ia juga menginformasikan bahwa 58 unit rumah pemotongan hewan (RPH) di tiga provinsi tersebut mengalami kerusakan.
Anggaran Pemulihan Pascabencana
Untuk upaya pemulihan pascabencana, Kementerian Pertanian siap menggulirkan anggaran sebesar Rp 1,49 triliun dari APBN 2026. Anggaran ini dialokasikan untuk berbagai program prioritas.
“APBN Kementan 2026 yang siap digulirkan untuk pemulihan pascabencana mencapai Rp 1,49 triliun yang terdiri dari rehabilitasi lahan sawah ringan, sedang, dan irigasi sebesar Rp 736,21 miliar, bantuan benih tanaman pangan Rp 68,6 miliar, rehab kawasan perkebunan Rp 50,46 miliar. Serta penyediaan alsintan (alat mesin pertanian) pupuk partisipasinya Rp 641,25 miliar,” ungkap Amran.
Kebutuhan Tambahan Anggaran
Meskipun demikian, Amran menekankan bahwa pihaknya membutuhkan tambahan anggaran senilai Rp 5,1 triliun untuk penanganan yang lebih komprehensif. Dana tambahan ini akan difokuskan pada rehabilitasi lahan perkebunan, prasarana, hingga bangunan yang terdampak.
“Usulan alokasi anggaran tambahan Rp 5,1 triliun, kami fokuskan untuk melaksanakan tambahan rehabilitasi sawah senilai Rp 3,4 T, kawasan perkebunan Rp 456,4 M, bantuan benih hortikultura Rp 19,1 M, pakan ternak Rp 262,8 M, sarana prasarana Rp 674,7 M, rehab bangunan dan sarana penunjang lainnya Rp 291 miliar,” imbuhnya.






