Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Eddy Soeparno, menjadi salah satu pembicara dalam agenda Abu Dhabi Sustainability Week (ADSW). Forum global tahunan yang dibuka langsung oleh Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan ini akan membahas berbagai isu iklim dan lingkungan hidup dari perspektif pengambil kebijakan dunia.
Potensi Geothermal Indonesia
Dalam paparannya, Eddy Soeparno menyoroti potensi besar energi panas bumi (geothermal) yang dimiliki Indonesia. Ia menjelaskan bahwa Indonesia menyimpan sekitar 40 persen dari total potensi panas bumi dunia, menjadikannya negara dengan cadangan terbesar kedua di dunia. Meskipun demikian, potensi ini dinilai belum dimanfaatkan secara optimal.
“Pemerintah menargetkan penambahan hingga 5,2 GigaWatt kapasitas geothermal hingga 2034 sebagaimana tercantum dalam RUPTL terbaru,” ujar Eddy dalam keterangannya, Selasa (13/1/2025).
ADSW Sebagai Forum Strategis
Lebih lanjut, Eddy Soeparno menekankan pentingnya ADSW sebagai platform strategis bagi Indonesia untuk memperluas kerja sama internasional dan menarik investor, terutama dalam pengembangan energi terbarukan. Ia berpendapat bahwa pengembangan energi terbarukan di Indonesia harus memiliki daya tarik keekonomian yang kuat bagi investor.
“Pengembangan energi terbarukan di Indonesia harus menarik secara keekonomian bagi investor dan menciptakan dampak yang luas seperti membuka green jobs, memperkuat industri dalam negeri hingga mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil,” paparnya.
Pertemuan Bilateral
Dalam rangkaian kunjungannya di ADSW, Eddy Soeparno juga dijadwalkan untuk melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah pejabat tinggi. Ia akan bertemu dengan Menteri Energi dan Infrastruktur UEA, H.E. Suhail Mohamed Al Mazrouei, serta Menteri Perubahan Iklim, Amna bint Abdullah Al Dahak.
“Semoga dari rangkaian pertemuan ini bisa berkontribusi dalam memperkuat visi ketahanan energi Presiden Prabowo,” pungkas Eddy.






