Jakarta – Jalan Cakung-Cilincing, Jakarta Timur, dilanda kemacetan parah pada Kamis malam (8/1/2026), dengan antrean kendaraan mencapai 6 kilometer. Situasi ini disebabkan oleh penumpukan truk kontainer yang mengarah ke Pelabuhan Tanjung Priok.
Volume Ekspor-Impor Picu Kemacetan
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Riefki Indra Barata Manggala, menjelaskan bahwa kepadatan lalu lintas terjadi akibat tingginya volume ekspor-impor di depo-depo yang berujung di Pelabuhan Tanjung Priok. “Kepadatan terjadi karena tingginya volume ekspor-impor di depo-depo yang ujungnya di Tanjung Priok berimbas ke Cakung,” ujar Riefki Indra saat dihubungi wartawan.
Video yang beredar menunjukkan deretan truk kontainer dan sejumlah mobil kecil yang tak bergerak di Jalan Cakung-Cilincing. Sementara itu, pengendara motor terlihat berusaha mencari celah di antara padatnya kendaraan.
Kondisi Berangsur Lancar, Personel Disiagakan
AKBP Riefki menyebutkan bahwa panjang kemacetan mencapai 5 hingga 6 kilometer. Namun, ia memastikan bahwa kondisi lalu lintas sudah mulai berangsur lancar. “(Kemacetannya) kurang lebih 5 sampai dengan 6 kilometer. Tapi sudah mulai lancar,” ucapnya.
Pihaknya telah menempatkan sejumlah personel di titik-titik krusial untuk mengurai kemacetan. “Sudah ada anggota,” tegas Riefki.
Imbas ke Jalan Tol
Kemacetan di jalan arteri Cakung-Cilincing ini juga berdampak pada lalu lintas di ruas tol, khususnya di Off Ramp Cakung Timur. Petugas dari Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya terlihat mengatur lalu lintas di dekat Exit Tol Cakung.
Kepala Satuan PJR Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Dhanar Dhono Vernandhie, menyatakan bahwa arus lalu lintas dari Cakung menuju Jalan Cakung-Cilincing terpantau padat. “Untuk situasi arus lalu lintas dari Cakung arah arteri Jalan Cakung-Cilincing terpantau padat. Untuk jalur 3 arah Cilincing, Tanjung Priok, masih bisa dilalui dan sebaliknya arah Cakung terpantau lancar terkendali,” kata Kompol Dhanar Dhono.






