Berita

Kapal Wisata Labuan Bajo Dilarang Berlayar Malam Pasca Insiden Maut Pelatih Valencia

Advertisement

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo kini memberlakukan larangan berlayar pada malam hari bagi kapal wisata di kawasan tersebut. Langkah ini diambil menyusul insiden tenggelamnya kapal yang menewaskan pelatih sepak bola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, dan keluarganya pada akhir Desember 2025.

Larangan Berlayar Malam Hari

Nakhoda kapal wisata dilarang melayarkan kapalnya pada malam hari, khususnya di 10 lokasi yang telah diidentifikasi sebagai zona kedaruratan sejak tahun 2023. Hal ini disampaikan oleh KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, kepada detikBali pada Jumat (9/1/2026) pagi.

Setiap kapal wisata yang beroperasi di perairan Taman Nasional Komodo diwajibkan untuk berlabuh saat malam tiba. Kebijakan ini bertujuan untuk meminimalkan risiko kecelakaan laut, mengingat penanganan darurat saat cuaca buruk di malam hari akan sangat terkendala akibat terbatasnya jarak pandang.

Advertisement

“Apabila jarak pandang terbatas maka antisipasi kedaruratan itu akan terhambat,” jelas Stephanus. Ia menambahkan bahwa pelayaran di malam hari juga mempersulit tim tanggap darurat dalam melakukan pencarian dan pertolongan jika terjadi kecelakaan kapal.

Antisipasi Terulangnya Insiden

Stephanus mengakui bahwa kebijakan baru ini juga merupakan upaya untuk mencegah terulangnya insiden serupa dengan yang dialami KM Putri Sakinah. Kapal tersebut tenggelam saat berlayar pada malam hari di Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, pada 26 Desember 2025. Insiden tragis tersebut merenggut nyawa Martin Carreras Fernando, pelatih sepak bola wanita Valencia CF, beserta anggota keluarganya.

Advertisement