Genangan air di sejumlah titik jalan ibu kota usai hujan deras kembali memicu kemacetan parah di Jakarta. Menanggapi situasi ini, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengimbau masyarakat untuk lebih memanfaatkan transportasi umum sebagai solusi mengurangi kepadatan lalu lintas.
Akses Transportasi Publik Semakin Terintegrasi
Pramono Anung menyatakan bahwa konektivitas transportasi publik di Jakarta kini telah mengalami peningkatan signifikan. Ia merinci berbagai pilihan moda transportasi yang tersedia, mulai dari Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT), Transjakarta, hingga Mikrotrans. “Konektivitas Jakarta sekarang sudah semakin baik, ada MRT, LRT, Transjakarta, Mikrotrans, dan sebagainya. Bahkan sudah kita gratiskan untuk 15 golongan,” ujar Pramono saat ditemui di Kawasan Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (12/1/2026).
Ia menambahkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap program transportasi gratis ini menunjukkan respons yang positif, terutama di kalangan warga lanjut usia dan penyandang disabilitas. Namun, Pramono berharap agar warga usia produktif juga turut serta dalam memanfaatkan fasilitas transportasi umum yang telah disediakan.
Harapan Peningkatan Pengguna Transportasi Umum
“Kemarin saya lihat sendiri, lansia dan difabel sudah mulai banyak memanfaatkan. Tapi saya juga berharap warga yang masih produktif ikut menggunakan transportasi umum,” ucapnya.
Lebih lanjut, Pramono Anung meyakini bahwa peralihan kebiasaan masyarakat dari penggunaan kendaraan pribadi ke angkutan umum akan memberikan dampak nyata dalam menurunkan tingkat kemacetan di Jakarta. Ia optimis bahwa dengan semakin membaiknya layanan transportasi umum di ibu kota, kesadaran masyarakat untuk beralih akan semakin meningkat.
“Kalau warga mau naik transportasi umum, kemacetan di Jakarta pasti bisa turun secara signifikan,” tandasnya.






