Pembangunan Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan harus dimulai dari desa. Momentum Hari Desa Nasional 2026 yang akan digelar di Boyolali menjadi penegasan peran vital desa sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.
Desa sebagai Fondasi Pembangunan Nasional
Desa tidak hanya berfungsi sebagai unit pemerintahan terkecil yang mengatur kepentingan warganya, tetapi juga merupakan fondasi kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya. Keberadaannya menopang kehidupan masyarakat sekaligus menjaga keseimbangan pembangunan nasional. Sejak Undang-Undang Desa disahkan pada tahun 2014, desa memiliki dasar hukum yang kuat untuk mengelola pembangunannya secara mandiri demi kesejahteraan warga. Hal ini menjadikan desa sebagai motor penggerak pembangunan dari level paling dasar.
Pembangunan desa menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan nasional, memperkecil kesenjangan antarwilayah, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Desa diposisikan sebagai titik awal pemerataan pembangunan yang berkeadilan, sejalan dengan Asta Cita ke-6 Presiden RI Prabowo Subianto, yaitu ‘Membangun dari desa dan dari bawah untuk mendorong pembangunan ekonomi, pemerataan ekonomi, serta pemberantasan kemiskinan’. Prinsip ini menegaskan desa sebagai fondasi transformasi pembangunan nasional.
Rangkaian Acara dan Peserta Hari Desa Nasional 2026
Peringatan Hari Desa Nasional 2026 dijadwalkan berlangsung pada 15 Januari 2026 di Kawasan Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojongsongo, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Masyarakat dapat mengikuti acara ini secara langsung maupun melalui siaran daring nasional.
Rangkaian kegiatan meliputi:
- Pemberian penghargaan perlombaan Hari Desa Nasional 2026.
- Penyerahan apresiasi dan penghargaan program berbasis desa dari kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
- Penandatanganan Deklarasi Boyolali dan penyerahan piagam.
Acara ini juga menjadi kick-off peringatan Hari Desa tahun 2026, yang diharapkan dapat membangun kolaborasi lintas sektor untuk mendorong desa yang berdaya, mandiri, dan berkelanjutan sebagai pilar pembangunan nasional.
Hari Desa Nasional 2026 akan dihadiri berbagai pemangku kepentingan strategis. Seluruh kepala desa se-Jawa Tengah, perwakilan asosiasi desa dari seluruh Indonesia, OPD Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Boyolali, unsur Forkopimda, para ketua PKK se-Jawa Tengah, serta jajaran Menteri Kabinet Merah Putih dijadwalkan turut serta. Kehadiran para menteri menjadi wujud dukungan nasional terhadap pembangunan desa.
Melalui momentum ini, diharapkan terbangun komitmen bersama bahwa membangun Indonesia yang kuat, adil, dan sejahtera harus dimulai dari desa sebagai fondasi utama kehidupan bangsa.






