Sepakbola

Donald Trump ‘Caplok’ Venezuela, FIFA Dihujat Netizen Akibat Gelar Perdamaian Dunia

Advertisement

Washington – Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump dilaporkan telah melakukan operasi militer yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, beserta istrinya pada Sabtu (3/1/2026). Trump menyatakan AS akan mengambil alih kendali Venezuela, termasuk pengelolaan sumber daya alamnya yang kaya akan minyak.

AS Targetkan Venezuela

Langkah AS ini disebut sebagai respons terhadap dugaan keterlibatan Maduro dalam perdagangan narkoba, sebuah tuduhan yang selalu dibantah oleh penerus Hugo Chavez tersebut. Tindakan yang dinilai sebagai imperialisme baru ala Trump ini sontak memicu sorotan tajam terhadap FIFA.

FIFA Dikecam Netizen

Sorotan terhadap FIFA muncul karena badan sepak bola dunia itu baru saja menganugerahi Donald Trump gelar FIFA Peace Prize atau tokoh perdamaian dunia pada 5 Desember lalu. Penghargaan ini dinilai banyak pihak sebagai manuver FIFA yang tengah mendekati rezim Trump menjelang Piala Dunia 2026.

Dalam video yang dirilis FIFA, Presiden Gianni Infantino memuji Trump atas perannya dalam menjernihkan situasi konflik di berbagai belahan dunia. FIFA mengklaim Trump mendukung upaya gencatan senjata dan memfasilitasi keterlibatan diplomatik yang menciptakan kondisi bagi pertumbuhan perdamaian.

“Dia mendukung upaya untuk memfasilitasi gencatan senjata dan mempromosikan keterlibatan diplomatik, tindakan yang membantu menciptakan kondisi di mana perdamaian dapat tumbuh,” demikian pernyataan FIFA dalam video tersebut.

“Di bawah kepemimpinan Presiden Trump, Perjanjian Abraham yang bersejarah ditandatangani, membawa kemajuan nyata pertama di Timur Tengah dalam puluhan tahun. Kepemimpinannya telah memastikan perdamaian antara Republik Demokratik Kongo dan Rwanda; Kamboja dan Thailand; Kosovo dan Serbia; India dan Pakistan; Mesir dan Ethiopia; serta Armenia dan Azerbaijan.”

Advertisement

“Tindakan Presiden Donald J. Trump juga telah memastikan perdamaian antara Israel dan Hamas, dengan memfasilitasi Rencana Perdamaian Gaza, dan dia terus berupaya untuk membawa perdamaian yang langgeng antara Rusia dan Ukraina. Ini adalah masa kepresidenan yang ditandai dengan tindakan untuk mengejar perdamaian di seluruh dunia,” lanjut FIFA.

Namun, aksi Trump yang menangkap Presiden Venezuela kini membuat FIFA menjadi sasaran kemarahan netizen. Banyak pengguna media sosial yang menuntut FIFA untuk bertanggung jawab atas tindakan yang dianggap menciptakan preseden buruk tersebut.

“Lihat siapa yang menyerang Venezuela? Pemenang FIFA Peace Prize. Ironi,” sindir seorang netizen. Komentar lain menyuarakan kekecewaan yang lebih tajam, “Hanya di dunia sialan ini, seorang pria yang meledakkan “kapal narkoba,” mengancam perang dengan Venezuela, dan memiliki Gestapo yang menghilang kan warganya sendiri, bisa memenangkan hadiah perdamaian-bahkan jenis yang omong kosong sekalipun. FIFA adalah lelucon sialan, dan si brengsek itu semakin berani dari sebelumnya.”

Netizen lain turut menambahkan, “FIFA memberikan Donald Trump penghargaan FIFA Peace Prize yang dibuat-buat kurang dari sebulan yang lalu. Tengah malam tadi, Trump telah membom Venezuela.”

Advertisement