JAKARTA, 13 Januari 2026 – Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, Teguh Setyabudi, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh untuk memastikan pemulihan layanan administrasi kependudukan (Adminduk) di wilayah yang terdampak bencana. Kunjungan ini mencakup empat daerah, yaitu Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Aceh Utara, dan Kota Langsa.
Selama empat hari, mulai Senin (12/1) hingga Kamis (15/1), Teguh bersama rombongan tidak hanya melakukan kegiatan jemput bola pelayanan, tetapi juga menyalurkan bantuan perangkat operasional untuk memperkuat layanan Adminduk. Ia juga meninjau langsung pelayanan di kantor Disdukcapil setempat, posko layanan di lapangan, serta menggelar pertemuan dengan para kepala daerah.
Upaya Pemerintah Hadir di Tengah Masyarakat
Teguh Setyabudi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah pusat di tengah masyarakat yang terdampak bencana. “Dukcapil selalu berada di garis depan untuk melayani masyarakat. Penugasan tim ke Aceh ini adalah wujud nyata bahwa negara tidak pernah absen dalam menjamin hak identitas setiap warga, sekalipun di tengah keterbatasan sarana dan prasarana. Kehadiran kami di sini adalah bukti bahwa pelayanan publik harus terus berjalan tanpa henti,” ujar Teguh dalam keterangan tertulis, Selasa (13/1/2025).
Bantuan Perangkat dan Blanko KTP-el
Pada kunjungan di Kabupaten Aceh Tamiang, Teguh menyerahkan bantuan hibah berupa peralatan perekaman dan pencetakan KTP elektronik senilai Rp 421 juta. Bantuan ini diterima langsung oleh Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi. Penyerahan bantuan serupa juga dijadwalkan di tiga daerah lainnya.
Bantuan tersebut meliputi perangkat mobile enrollment, printer CR707E, printer kertas, card reader, ribbon, film, serta perlengkapan pendukung lainnya yang dirancang untuk mempercepat pelayanan Adminduk. Selain itu, diserahkan pula blanko KTP-el sebanyak 4.000 keping di masing-masing daerah yang dikunjungi.
Teguh menekankan bahwa kehadiran Tim Jemput Bola Pelayanan Adminduk Dukcapil di Aceh bukan sekadar simbolik. Tujuannya adalah untuk memastikan layanan publik, khususnya penerbitan dokumen kependudukan pasca bencana, benar-benar berjalan optimal. “Kami hadir untuk memastikan masyarakat di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Kota Langsa dan Aceh Utara tetap mendapatkan hak administrasi kependudukan mereka. Dengan dukungan perangkat yang kami bawa dan serahkan, layanan perekaman dan pencetakan dokumen kependudukan bisa kembali berjalan optimal meski dalam kondisi keterbatasan infrastruktur,” ucap Teguh.
Rincian Bantuan Operasional
Untuk mendukung pemulihan layanan Adminduk di daerah terdampak bencana, Ditjen Dukcapil menyerahkan bantuan perangkat perekaman dan pencetakan KTP-el dengan rincian sebagai berikut:
Bantuan untuk Kabupaten Aceh Timur:
- 1 unit Printer CR707E, 600 DPI (Card Reader + SAM)
- 2 unit CR707 PETG Ribbon CMYKR
- 1 unit CR707 Clear RTR Film
- 1 set Cleaning Card (Double Adhesive)
Bantuan untuk Kota Langsa:
- 2 unit Printer CR707E, 600 DPI (Card Reader + SAM)
- 4 unit CR707 PETG Ribbon CMYKR
- 2 unit CR707 Clear RTR Film
- 2 set Cleaning Card (Double Adhesive)
Bantuan untuk Kabupaten Aceh Utara:
Tim Jemput Bola Adminduk juga menyerahkan bantuan peralatan operasional lengkap, antara lain:
- 2 set mobile enrollment
- 1 unit printer Fargo
- 1 unit card reader beserta SAM
- 1 set power station
- 1 set perangkat Starlink
- 1 set solar panel
- 2 unit printer kertas
- 2 unit tinta printer ink
- 2 ribbon
- 1 film
- 1 set cleaning kit
- 8.000 keping blanko KTP-el
Dengan dukungan ini, Teguh berharap kapasitas layanan Disdukcapil di keempat daerah tersebut semakin kuat, terutama dalam menghadapi keterbatasan infrastruktur kelistrikan dan jaringan. Ditjen Dukcapil menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemulihan layanan dan memastikan hak administrasi kependudukan masyarakat terpenuhi secara optimal.
Dalam kegiatan ini, Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi didampingi oleh Kepala Registrasi Kependudukan Provinsi Aceh, T. Syarbaini, serta jajaran pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Ditjen Dukcapil, termasuk Direktur Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil (PPPS) Muhammad Farid, Direktur Bina Aparatur Dukcapil Erliani Budi Lestari, Direktur Integrasi Data Kependudukan Daerah Agus Irawan, dan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Muhammad Nuh Al Azhar. Turut hadir pula Ketua Tim Kerja Identitas Penduduk Rentan Adminduk Dit Dafdukcapil Ahmad Ridwan, Kasubdit Wilayah I Diana Angraeni, Kasubdit PIAK Wahyu Widayat, Kabag Umum Bastian Seimahura, Katim Teknis Wilayah Sulawesi NTT Febryan Denistya Perdana, Ketua Tim Kerja Wilayah I Zefanya Yosua Jocom, serta tim teknis dari Ditjen Dukcapil.






