Sepakbola

Akor Adams Cetak Gol Kemenangan Nigeria, ‘Balas’ Penghinaan Fans Kongo di Piala Afrika 2025

Advertisement

Striker Nigeria, Akor Adams, menjadi sorotan di Piala Afrika 2025 setelah mencetak gol kemenangan atas Aljazair. Gol tersebut tidak hanya memastikan Timnas Nigeria melaju ke semifinal, tetapi juga diwarnai selebrasi yang mengingatkan pada momen kontroversial di perempat final.

Nigeria Lolos ke Semifinal Usai Kalahkan Aljazair

Pertandingan antara Nigeria dan Aljazair yang digelar di Stade de Marrakech pada Sabtu (10/1/2026) malam WIB berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Nigeria. Akor Adams turut menyumbang satu gol dalam laga tersebut, melengkapi kemenangan The Super Eagles.

Pemain yang bermain untuk klub Sevilla ini mencetak gol kedua Nigeria setelah menerima assist dari Victor Osimhen. Gol tersebut disambut dengan selebrasi unik yang langsung menarik perhatian.

Selebrasi ‘Patung’ Lumumba dan Balas Dendam Fans Kongo

Usai membobol gawang Aljazair, Akor Adams mengangkat satu tangannya dan berpose diam seperti patung. Gaya ini meniru selebrasi Michel Mboladinga, seorang fans Kongo, yang sebelumnya bergaya serupa sebagai penghormatan kepada Patrice Lumumba, simbol anti-kolonialisme Afrika.

Selebrasi Adams ini dianggap sebagai bentuk ‘balasan’ atas penghinaan yang dilakukan oleh pemain Aljazair, Mohammed Amoura, terhadap Mboladinga. Amoura sebelumnya mengejek Mboladinga dengan menirukan pose patung Lumumba dan bergaya santai di depan tribun fans Kongo.

Advertisement

Aksi Amoura tersebut menuai kecaman dari publik Kongo dan bahkan sebagian publik Aljazair. Meskipun Amoura kemudian mengaku khilaf dan meminta maaf melalui media sosial, menyatakan ketidaktahuannya akan makna di balik selebrasi Mboladinga, insiden ini tetap membekas.

Viral di media sosial, selebrasi Akor Adams mendapat reaksi positif dari banyak pihak. Pengguna media sosial menilai aksi Adams sebagai bentuk penghormatan dan solidaritas terhadap fans Kongo, sekaligus menegaskan kembali makna perjuangan Patrice Lumumba.

Dalam sebuah unggahan di media sosial, seorang pengguna bernama Joshua Olusegun (@Leged45) menulis, “Akor Adams respect for Patrice Lumumba. Unlike the Algerian player who disrespected them. Dear DR Congo we did this for you despite the world cup heartbreak.”

Insiden ini menambah drama dan narasi menarik dalam gelaran Piala Afrika 2025, yang tidak hanya mempertandingkan kekuatan sepak bola, tetapi juga sarat dengan makna budaya dan sejarah.

Advertisement