Sepakbola

Real Madrid Pecat Xabi Alonso Usai Kalah dari Barcelona di Piala Super Spanyol

Advertisement

Madrid – Real Madrid secara resmi mengumumkan perpisahan dengan pelatih Xabi Alonso pada Senin, 12 Januari 2026. Keputusan ini diambil menyusul kekalahan dramatis 2-3 dari rival abadi, Barcelona, dalam laga final Piala Super Spanyol yang digelar di Jeddah, Arab Saudi, Minggu (11/1/2026). Kekalahan tersebut tampaknya menjadi titik akhir kesabaran manajemen klub terhadap pelatih berusia 44 tahun itu.

Periode Awal Menjanjikan, Akhir yang Mengecewakan

Alonso, yang merupakan mantan pemain legendaris Madrid, ditunjuk untuk menggantikan Carlo Ancelotti pada awal musim panas 2025, setelah Ancelotti menerima tawaran melatih Tim Nasional Brasil. Di bawah kepemimpinannya, Madrid sempat menunjukkan performa yang sangat menjanjikan. Mereka berhasil meraih 13 kemenangan dari 14 pertandingan awal musim ini, termasuk kemenangan 2-1 atas Barcelona di liga. Madrid pun sempat nyaman menduduki puncak klasemen LaLiga dan tampil solid di fase grup Liga Champions.

Namun, performa tim mengalami penurunan drastis memasuki paruh kedua paruh pertama musim. Dalam sembilan pertandingan terakhir di berbagai ajang, Kylian Mbappe dan kawan-kawan hanya mampu meraih tiga kemenangan. Madrid juga menelan kekalahan mengejutkan di kandang sendiri dari Celta Vigo dan Manchester City. Akibatnya, posisi puncak klasemen LaLiga harus direlakan kepada Barcelona.

Faktor Internal dan Hasil yang Tak Memuaskan

Menurut laporan The Athletic, manajemen Real Madrid sebenarnya memiliki keinginan untuk mempertahankan Alonso. Pihak klub juga menyadari bahwa tidak semua kesalahan dapat dibebankan sepenuhnya kepada sang pelatih. Namun, hasil yang kurang memuaskan di lapangan menjadi salah satu pertimbangan utama. Selain itu, isu ketidakharmonisan di ruang ganti pemain juga menjadi sorotan tajam.

Advertisement

Beberapa pemain dilaporkan merasa tidak senang dengan gaya kepemimpinan Alonso. Ketidakpuasan ini tidak hanya dirasakan oleh Vinicius Junior, tetapi juga oleh pemain kunci lainnya seperti Jude Bellingham dan Federico Valverde. Situasi ini memuncak pada kekalahan di final Piala Super Spanyol, yang berujung pada pemecatan Alonso kurang dari 24 jam setelah pertandingan tersebut.

Catatan Statistik Alonso

Meskipun harus meninggalkan kursi kepelatihan, Xabi Alonso meninggalkan Real Madrid dengan catatan statistik yang tidak sepenuhnya buruk. Selama memimpin tim dalam 34 pertandingan, ia berhasil meraih 24 kemenangan, dengan persentase kemenangan mencapai 70,59 persen. Angka ini menempatkannya di jajaran pelatih dengan rekor terbaik dalam dua dekade terakhir di Real Madrid, hanya kalah dari Carlo Ancelotti, Jose Mourinho, dan Manuel Pellegrini.

Advertisement