Presiden Prabowo Subianto melakukan ‘absensi’ para ketua partai politik yang tergabung dalam koalisi pemerintah saat retret kabinet di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (6/1/2026). Momen ini dimanfaatkan Prabowo untuk menegaskan kembali kekuatan koalisinya.
Evaluasi Tertutup dan Humor Prabowo
Di penghujung taklimatnya, Prabowo menyatakan bahwa masih banyak hal yang perlu dievaluasi dari kinerja kabinet. Namun, ia menilai pembahasan lebih mendalam sebaiknya dilakukan secara tertutup.
“Saudara-saudara, banyak sekali yang kita akan review, tapi saya kira taklimat yang selanjutnya sebaiknya kawan-kawan media kita istirahat dulu. Kalau perlu mungkin makan dan minum kopi sambil saya memberi petunjuk-petunjuk yang lebih rinci, jadi ada hal-hal yang boleh terbuka, tapi ada hal-hal yang sebaiknya kita simpan dulu,” ujar Prabowo.
Permintaan persetujuan dari anggota kabinet disambut Prabowo dengan candaan. “Bagaimana? Setuju? Kok nggak semangat setujunya, setuju?” tanyanya, yang kemudian dijawab kompak oleh anggota kabinet, “Setuju.”
“Ha-ha-ha… biasa itu di DPR,” timpal Prabowo, mengundang tawa.
Absensi Ketua Partai dan Penegasan Koalisi
Selanjutnya, Ketua Umum Partai Gerindra ini mulai mengabsen satu per satu ketua umum partai koalisinya yang hadir dalam retret tersebut. Ia secara langsung menanyakan dan meyakinkan bahwa koalisi yang ada masih kokoh.
“Tapi di sini koalisi kita kuat kan? Ketua partai ada semua ya? Ada,” tegasnya.
Prabowo kemudian secara khusus memanggil Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin. Dengan nada bercanda, Prabowo menyatakan bahwa PKB perlu terus diawasi.
“Ketua PKB ada? PKB ini harus diawasi terus ini,” ucapnya.
Retret kabinet ini menjadi ajang evaluasi program kementerian sekaligus penegasan soliditas koalisi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.






